Kanal

PDAM Kotabaru Setop Distribusi Air Bergiliran, Ternyata Ini Penyebabnya

Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ipansyah - BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kabar menggembirakan bagi lebih kurang 3.000 pelanggan di wilayah layanan instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Pemandangan dan Perak yang terdampak langsung krisis air bersih akibat musim kemarau.

Kabar cukup menggembirakan bagi ribuan pelanggan di wilayah layanan tersebut, karena perusahaan daerah air minum (PDAM) menghentikannsistem penggiliran distribusi air bersih ke pelanggan.

Penyetopan distribusi air bersih bergiliran oleh PDAM Kotabaru mulai berapa hari tadi, karena adanya hujan intensitas sedang hingga tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir mengguyur wilayah Kotabaru dan mengenai titik tampungan air baku.

Baca: Ustadz Abdul Somad Hari Ini Gelar Tausiah Akbar di Tanahbumbu

Mengembalikan kapasitas embung kembali normal yaitu 250 ribu meter kubik. Selain kapasitas setok air Gunung Ulin, terlebih Gunung Tirawan.

Baca: Kartika Putri Tegaskan Posisinya Bukan Istri Kedua, Habib Usman Berstatus Duda

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah membenarkan, distribusi air bersih bergiliran sempat 10 hari diberlakukan di wilayah tertentu seperti layanan IPA Gunung Pemandangan dan Gunung Perak sudah dihentikan.

"Ya. Tidak bergilir lagi," ujar Ipansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (7/9/2018).

Selain setok air baku sementara ini aman, pihaknya juga memberlakukan pengaturan pendistribusian. Selain dibantu pemaksimalan penggunaan pompa.

Baca: Seleksi CPNS 2018 Diperkirakan 16-20 September 2018, ini Jumlah Formasi yang Dibutuhkan

"Selain yang air bakunya banyak akan menyuplai ke wilayah yang air bakunya kurang," jelas Ipansyah.

Terpisah, sebelumnya pernah diberitakan, krisis air bersih tidak begitu terasa dalam berapa tahun terakhir. Karena PDAM terbantu dengan sudah terbangun dan beroperasinya embung Gunung Tirawan dengan kapasitas 250 ribu meter kubik.

Sempat terjadi ketidak maksimalan layanan di wilayah tertentu, dampak kemarau karena berkurangnya tekanan air. Sementara distribusi pelanggan masih menggunakan cara gravitasi.

Ditambah lagi mengeringnya sungai salah satu sumber air baku IPA untuk wilayah layanan tertentu, sehingga sebagian harus dibantu suplai dari IPA Gunung Rely.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer