Kanal

Ustadz Abdul Somad Dituding Anti NKRI & Pancasila Hingga Batalkan Ceramah, Sekjen MUI: Di Sisi Mana?

Ustadz Abdul Somad - instagram

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas memberikan tanggapan atas alasan dibatalkannya ceramah Ustaz Abdul Somad di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Mujibburohman memaparkan alasan mengapa Ustadz Abdul Somad tidak diperbolehkan untuk melakukan ceramah di Jepara.

Dilansir dari tayangan TV One, Mujibburohman mengungkap hal tersebut dilakukan guna menyampaikan pesan dari GP Anshor yang sesungguhnya yakni menjaga NU, para Kiai dan NKRI.

Selain itu, Mujibburohman juga beralasan bahwa penolakan ceramah UAS itu berhubungan dengan adanya jamaah HTI yang kerap hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca: Nasib Penghina Ustadz Abdul Somad, Dibekuk FPI dan Terancam Hukum Adat Diusir Dari Riau

Baca: VIDEO Perjuangan Ustadz Abdul Somad Berdakwah di Pedalaman, Tidur di Tenda, Kibarkan Merah Putih

Baca: Lucinta Luna Disebut Mirip Ayu Ting Ting, Haters Mereka Kompak Katakan Setuju

Baca: Calon Istri Ahok, Bripda PND Selalu Berhijab Setiap Jumat Saat Masih SMA Kata Kepala Sekolahnya

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP) 1 MotoGP San Marino 2018 Sirkuit Misano Italia - Dovizioso Tercepat, Rossi?

Hal itu diketahui dari beberapa cuplikan yang dilihat oleh Mujibburohman, bahwa para kru atau panitia yang hadir dalam ceramah UAS membawa atribut terkait HTI.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sendiri memang terbukti menurut majelis Hakim PTUN ingin mendirikan negara khilafah di wilayah NKRI.

Karenanya cap sebagai kelompok anti NKRI seolah melekat kuat pada HTI.

Menanggapi soal alasan dari GP Ansor wilayah Jawa Tengah mengenai penolakan ceramah UAS, Sekjen MUI, Anwar Abbas pun memberikan tanggapan.

Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya masing-masing.

Pun dengan yang dilakukan oleh UAS.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Bogor

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer