Kanal

Akan Jadi Terminal Mubazir?

Terminal Gambut Barakat Kilometer 17 Gambut - Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari

SEJAK dicanangkan bakal dioperasikan pada 2017 lalu, hingga kini terminal Gambut Barakat di kilometer 17 Gambut, Kabupaten Banjar, belum juga menunjukkan denyut sebagai terminal regional.

Yang saat ini terlihat, seperti diberitakan Banjarmasin Post edisi Jumat (7/9) yakni kegiatan mengadang bus di bundaran tugu kilometer 17 Jalan A Yani oleh petugas yang tampak rutin dilakukan.

Namun, yang mengejutkan adalah komentar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyebut lokasi terminal tipe A tersebut terlalu jauh dari kota. Padahal, perencanaan pembangunan terminal regional senilai Rp 88 miliar tersebut sudah berlangsung sejak 2004.

Meski pun berjanji akan membicarakan kembali hal tersebut dengan Prmprov Kalsel, namun pernyataan tersebut seperti menyiratkan kalau lokasi terminal regional yang kini dikelola oleh pemerintah pusat tersebut bakal menjadi ‘proyek mubazir’.

Pasalanya, sejak selesai dibangun dan digadang-gadang mulai beroperasi pada 2017, yang terjadi kemudian adalah kegagalan beroperasi tempat tersebut dan termasuk keluhan sopir kalau di sana sepi penumpang.

Dipilihnya Terminal Gambut Barakat sebagai terminal regional tak lepas dari impian Program Banjabakula (Banjarmasin, Banjar, Banjarbaru, Baritokuala, dan Tanahlaut) membuat proyek penggabungan pengelolaan berbagai sektor layanan.

Mulai dari terminal terintegrasi di Banjarbakula, tempat pembuangan akhir sampah di wilayah Banjarbaru, hingga proyek lalu lintas dan kereta api yang terintegarasi di lima wilayah kabupaten kota tersebut.

Namun, hingga akhir 2017 terminal regional tersebut tak juga dioperasikan maksimal. Yang terjadi, beberapa fasilitas umum yang ada di sana mengalami kerusakan dan penumpang yang harusnya naik dan turun di sana lebih memilih langsung ke Terminal Kilometer 6 Banjarmasin.

Kementerian Perhubungan pun melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Provinsi Kalimantan Selatan sejak Maret 2018 melakukan perbaikan-perbaikan. Dialokasikan dana Rp 2 miliar untuk melakukan pekerjaan perbaikan bangunan dan beberapa fasilitas umum di sana.

Menhub pun telah melakukan pengecekan, Kamis (6/9). Dan masih ditemui ada toilet yang mampet dan air bersih yang tidak mengalir. Dia pun berjanji akan menambah anggaran untuk perbaikan sarana terminal.

Melihat kesungguhan tersebut, jelas memunculkan harapan Terminal Regional Gambut Barakat bisa dipergunakan dalam waktu dekat. Dan tidak bakal menjadi proyek mubazir yang hanya buang-buang uang negara.

Sebagai warga Kalsel, tentu kita ingin semua hasil pembangunan di Banua bisa bermanfaat bagi semua pihak. Kesan Terminal Regional Gambut Barakat hanya menjadi proyek sia-sia bisa segera dihapuskan oleh berjalannya roda pelayanan di tempat tersebut. (*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer