Kanal

Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp 6 Miliar, RSUD Ini Terancam Operasionalnya

ILUSTRASI/ Pelayanan BPJS Kesehatan - BANJARMASINPOST.co.id/Isti Rohayanti)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Operasional RSUD Nunukan terancam terganggu seiring adanya tunggakan pembayaran dari Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Jumlah tunggakan BPJS Kesehatan selama dua bulan terakhir mencapai Rp 6 miliar.

“Klaimnya itu bulan 6 dan bulan 7, itu ada sekitar Rp 6 miliar,” ujar Kepala RSUD Nunukan Dulman, Jumat (07/09/2018).

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Antara Marc Marquez dan Valentino Rossi

Menurut Dulman, keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan akan membuat RSUD Nunukan mengalami kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

“Dalam satu minggu ini nanti akan kekurangan obat, kekurangan BHP, dan kekurangan regen untuk kebutuhan laboratorium,” imbuhnya.

Defisit Anggaran

Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Nunukan Idham Khalid mengakui jika pihaknya masih menunggak klaim hingga Rp 6 miliar.

Baca: Hasil Latihan Bebas MotoGP 2018 Misano Italia, Dovizioso dan Lorenzo Bicara Peluang Geser Marquez

Dia menjelaskan, secara global BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran sehingga kendala pembayaran klaim merupakan persoalan nasional. Sebab pelunasan masih menunggu kucuran dana dari pusat.

"Kami sudah terima klaim dari RSUD, kami verifikasi, tinggal menunggu saja anggaran yang di-drop (pemerintah) pusat, kami komitmen bayar," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPJS Kesehatan Menunggak Bayar Rp 6 Miliar, RSUD Nunukan Terancam Kehabisan Obat"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer