Kanal

Toilet Sehat untuk Daerah Rawa, Dinas Kesehatan Jalankan Program Ini di HSU

Sebagian besar wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berupa daerah rawa. Bahkan Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir hampir seluruhnya adalah daerah rawa. - Reni Kurnia Wati

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebagian besar wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berupa daerah rawa. Bahkan Kecamatan Danau Panggang dan Paminggir hampir seluruhnya adalah daerah rawa.

Hal ini membuat warga cukup kesulitan membuat toilet karena tak bisa membangun septictank di daerah rawa. Tak heran jika masih banyak masyarakat yang membangun jamban di sungai. Karena lebih mudah membuat serta hemat biaya.

Namun Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan sejak 2015 telah memiliki program pembangunan jamban tripikon yang khusus untuk daerah rawa yang menggunakan tiga buah pipa sebagai proses pengolah limbah. Program Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dilakukan oleh dinas kesehatan dengan memberikan penyuluhan kepada masyatakat.

Saat ini pembangunan Tripikon bisa menggunakan dana desa sehingga semakin banyak desa yang bisa membangun. Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Fidliansyah mengatakan pihaknya selalu bersedia jika dimintakan untuk konsultasi pembuatan tripikon.

Agus mengatakan pembangunan dilakukan di beberapa rumah serta fasilitas umum seperti musola dan masjid. "Program ini sekaligus mengenalkan kepada masyaarakat bahwa perilaku hidup bersih dan sehat juga bisa dilakukan oleh warga yang tinggal di daerah rawa," ungkapnya.

Baca: Link Live Streaming Trans7 MotoGP Misano Italia 2018 - Live Streaming Trans 7 Mulai Jam 17.00 WIB

Baca: Ayah Bripda Puput Buka-bukaan Tentang Hubungan Putrinya dengan Ahok Setelah Pisah dari Veronica Tan

Baca: Ashanty Kaget! Pas Jumat Ada Pria Misterius Bertingkah Aneh di Restorannya, Ditabur Kemenyan

Baca: 27 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 2018, Kata-kata Mutiara Sambut 1 Muharram 1440 Hijriyah

Baca: Ustadz Abdul Somad Dilarang Ceramah Soal Politik, Ahmad Dhani: Ketua Ulama Malah Diajak Berpolitik

Dan diharapkan masyarakat bisa mencontoh pembangunan toilet tripikon dan bisa membangun secara mandiri. Program ini bahkan menjadi contoh bagi daerah lain.

Program STBM menjelaskan bagaimana cara pembangunan, fungsi serta perawatan dari tripikon. Dinas Kesehatan juga membawa pipa yang dibutihkan untuk memperjelas proses pengolahan.

Agus menambahkan program ini diharapkan bisa terus berlanjut mengingat warga yang tinggal di daerah rawa masih banyak yang menggunakan jamban apung di sungai.

Pembuatan tripikona sendiri membutuhkan biaya sekitar Rp 2 juta, dan masyarakat ulyang ingin membangun secara pribadi bisa meminta bantuan ke Dinas Kesehatan untuk pembangunannya.

Terpisah Romi warga Desa Paminggir mengatakan dirinyaa sejak kecil memang sudah terbiasa buang hajat di sungai. Sudah turun temurun karena aliran sungai barito juga tepat mengelilingi rumahnya.

Romi yang juga salah satu tokoh pemuda ini mengaku juga mengetahui adanya tripikon. Namun secara pribadi dan keluarga belum ada rencana untuk membuat toilet berbasis tripikon karena membutuhka biaya yang cukup banyak.

"Sementara menggunakan jamban yang ada di sungai, untuk memasak dan mencuci perabotan rumah tangga menggunakan air PDAM tidak menggunakan air sungai," ungkapnya," ujarnya. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

VIDEO Isak Tangis Kerabat Korban Pembunuhan Bekasi: Tunjukkan Pembunuhnya Tuhan

Berita Populer