Kanal

(Berharap) Akreditasi Menyesuaikan Daerah

Menpan RB dan pendaftaran CPNS 2018 - tribun style

KEMENTERIAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) resmi menerbitkan pengumuman rekrutmen CPNS 2018 melalui situsnya (https://www.menpan.go.id).

Pengumuman itu diterbitkan berdasarkan Permen PANRB No.36/2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018.

Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut membuka kebutuhan pegawai total 238.015 formasi. Dari jumlah itu, sebanyak 51.271 formasi untuk instansi pusat (76 instansi) dan sebanyak 186.744 formasi untuk instansi daerah (525 instansi).

Dibukanya penerimaan CPNS tahun ini, tentu saja disambut gembira banyak orang di negeri ini. Terutama mereka yang lulusan perguruan tinggi, baik negeri ataupun swasta. Harapan dan kesempatan menyandang status pekerjaan sebagai pegawai negeri, kini terbentang di hadapan.

Memang, status PNS ini bukan saja dapat mendongkrak status sosial seseorang tapi juga menjanjikan jaminan kesejahteraan di tengah sulitnya mencari pekerjaan layak. Tak heran, peminatnya membeludak. Ibarat ada gula, pastilah selalu diserbu semut.

Tapi pembukaan rekrutmen CPNS, juga memunculkan kekawatiran. Bahkan menutup peluang dan kesempatan calon pelamar khususnya di Banua Kalsel apabila Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan RB memberlakukan aturan hanya menerima calon pelamar lulusan dari program studi (prodi) berakreditasi A.

Inilah kekawatiran yang menggelinding ke daerah dan berharap itu tak terjadi. Ketika ada pembatasan akreditasi prodi yang dipatok tertinggi dengan akreditasi A, praktis calon pelamar CPNS dari perguruan tinggi swasta (PTS) di banua ini, menjadi kehilangan kesempatannya ikut bersaing mengisi formasi CPNS. Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan, Prof Dr Ir H Idiannor Mahyudin MSi mengatakan di Kalimantan Selatan belum ada PTS yang memiliki prodi akreditasi A.

Bahkan lulusan perguruan negeri pun dipastikan terdampak. Wakil Rektor 1 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Alim Bachri, mengatakan dari 102 prodi di ULM hanya 19 prodi yang berakreditasi A. Sementara UIN Antasari Banjarmasin hanya satu prodi yang berakreditasi A dari 35 prodi yang ada.

Memang, kita sepakat tingkat akreditasi merupakan ukuran standar mutu. Akan tetapi penerapan prodi akreditasi A sebagai syarat prodi calon pelamar CPNS khususnya PTN PTS di Kalsel, belumlah tepat karena masih dalam proses akselerasi menuju targetnya. Dan, ini harus menjadi motivasi bagi PTN dan PTS di banua ini untuk terus menggenjot pencapaian target akreditasi A bagi lembaga perguruan tinggi dan prodinya.

Generalisasi persyaratan calon pelamar CPNS dengan prodi akreditasi A di PTN PTS antara pulau Jawa dan Kalimantan, tentunya tidaklah tepat dan akan menjadi tidak adil karena berbeda kondisinya. Terlebih batasan akreditasi A bukan harga mati yang tidak bisa ditawar. Masih ada peluang daerah untuk memperjuangkannya. Kita pun berharap pusat dapat bijak menyerahkan batasan akreditasi prodi calon pelamar menurut kondisi daerah tanpa mengeyampingkan mutu kualitas. (*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer