Kanal

Ini Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Bisa Dikerjakan Jelang Tahun Baru Islam 2018

Puasa Asyura amalan sunnah di tanggal 10 Bulan Muharram - tribun style

‏أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no. 1982).

Beberapa warga RT 1 A Desa Sungai Tabuk Keramat Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalsel saat sedang memasak bubur Asyura dalam rangka memperingati hari Asyura atau 10 Muharram. (banjarmasinpost.co.id/abdul gani)

Puasa yang dapat ditunaikan di bulan Muharram adalah Puasa Asyura dan Puasa Tasu'a.

Puasa Tasu'a merupakan puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sebagai pelengkap puasa Asyura yang dapat ditunaikan pada tanggal 10 Muharram.

Jika puasa Asyura mampu menghapuskan dosa kecil selama setahun yang lalu, puasa Tasu'a pun memiliki keistimewaan.

Baca: Jadwal dan Niat Puasa Muharram 1440 Hijriyah, Mulai Puasa Asyura, Tasua Sampai Ayyamul Bidh

Rasulullah SAW menganjurkan kepada yang melaksanakan puasa ‘Asyura, untuk melengkapi dengan puasa Tasu’a sehari sebelumnya.

Puasa pada tanggal 9 Muharram ini disyariatkan untuk menyelisihi syariat puasa Yahudi dan Nasrani.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkomentar, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’

Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi SAW sudah wafat” (HR. Muslim no. 1916).

PAWAI obor dan Tanglong dalam Muharram Night And Islamic Art Fesitival 1437 Hijriah Selasa (13/10/15) malam, di kawasan siring Menara Pandang Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id/apunk)

Imam Asy-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berkata: “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara keseluruhan, karena Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Halaman
1234
Editor: Restudia
Sumber: Banjarmasin Post

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer