Kanal

Ketua Apindo Kalsel: Peningkatan Kurs Dolar Amerika Membuat Dilematis

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supriadi MM. - muhammad maulana

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan (Kalsel), H Supriadi MM.

Menurutnya faktor utama terjadinya dolar meningkat secara signifikan adalah faktor eksternal.

"Memang kondisi kurs dolar yang naik sekarang membuat dilematis, sebagian dari masyarakat dan pengusaha menguntungkan, tapi sebagian dari masyarakat UMKM juga memberatkan," kata Owner PT Travellindo Group ini.

Karena menurutnya di Kalsel hampir 70 persen ekspornya dari sumber daya alam seperti batu bara, sawit, dan sebagian dari perkayuan.

Ia mengatakan dampak dolar naik otomatis penghasilan teman-teman pengusaha ekspor dari sumber daya alam juga naik.

Baca: Tahun Baru Islam 1 Muharram, Selasa 11 September 2018, ini Doa Awal Tahun Bahasa Arab & Artinya

Baca: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 H dalam Bahasa Arab dan Latin

Baca: Hotman Paris Berani Tanyakan Isu Anggita Sari Berhubungan Intim dengan Freddy Budiman di Sofa Rutan

"Tapi bagi UMKM seperti pembuat tempe tahu, tentu memberatkan karena dengan kedelai yang masih impor," ucapnya.

Ia sendiri berharap pemerintah daerah bisa membangkitkan kembali ekonomi Indonesia.

"Saya berharap terpuruknya rupiah sekarang tidak menjadi masalah bagi masyarakat kalsel," ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum di Kalsel kondisi ekspor lebih banyak sumber daya alam, sehingga krisis ekonomi yang sepertinya terjadi tidak terasa di kalsel, beda mungkin daerah lain.

Ia melanjutkan untuk pengusaha perjalanan umrah seperti dirinya juga turut merugikan karena harga akan semakin mahal.

"Karena komponen umrah semuanya dibayar menggunakan USD, seperti bayar tiket, hotel dan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia membeberkan kondisi seperti ini membuat keadaan saat ini stagnan.

"Mungkin karena di group kami menawarkan paket promo yang ekonomis, beda mungkin dengan kelas medium yang akan mengalami sedikit penurunan penjualan, tapi paket yang ekonomis sepertinya tidak terlalu terasa," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer