Kanal

Kisah Kejamnya G30S/PKI dari Mereka yang Lolos dari Pembantaian di Lubang Buaya

Penghianatan G30S/PKI - net

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kisah kejamnya G30S/PKI masih terngiang bagi sebagian orang yang mengalaminya, terutama yang melihat langsung.

Seorang saksi sejarah peristiwa G30S/PKI itu mengungkapkan pengalamannya kepada wartawan Intisari LR Supriyapto Yahya dan Anglingsari Saptono.

Ketika itu, ia hampir ikut menjadi korban kejamnya G30S/PKI.

Malam baru saja lewat, sementara matahari pagi pun belum terjaga dari peraduannya, karena waktu itu memang baru pukul 03.00.

Tanggal terakhir pada bulan September baru berganti dengan tanggal 1 Oktober 1965. Jakarta dan penduduknya masih terhanyut dalam sepenggal mimpinya. Namun, Sukitman (49) yang waktu itu berpangkat Agen Polisi Dua tidak ikut terhanyut dalam buaian mimpi.

Baca: Robby Purba Kunci Akun Instagramnya, Sempat Tegur Fans Fanatik Karena Lakukan Ini

Baca: Kumpulan Ucapan (Kata-kata Mutiara) Selamat Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 H via Medsos

Baca: Persyaratan & Formasi Khusus Honorer K2 di Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id

Baca: Lokalisasi Sering Kena Razia, PSK Beralih Jaga Warung Jablay di Beberapa Lokasi ini

la harus menjalankan tugasnya di Seksi Vm Kebayoran Baru (sekarang Kores 704) yang berlokasi di Wisma AURI di Jl. Iskandarsyah, Jakarta, bersama Sutarso yang berpangkat sama.

“Angkat tangan”

"Waktu itu polisi naik sepeda. Sedangkan untuk melakukan patroli, kadang-kadang kami cukup dengan berjalan kaki saja, karena radius yang harus dikuasai adalah sekitar 200 m,” katanya mengengang masa awal tugasnya.

Tiba-tiba ia dikejutkan oleh bunyi rentetan tembakan, yang rasanya tidak jauh dari posnya. Karena tembakan itu berasal dari bawah dan dekat situ ada Gedung MABAK yang tinggi, suara tembakan itu memantul.

Rasa tanggung jawab membuat Sukitman bergegas mengendarai sepedanya dengan cara melawan arah mencari sumber tembakan itu. Sementara rekannya tetap melakukan tugas jaga. Dalam benak pemuda yang terlintas mungkin terjadi perampokan.

Postingan Pengangkatan Jenazah Para Jenderal dari Lubang Buaya (Arsip Nasional Republik Indonesia)

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Tribunnews

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer