Kanal

Komite SMKN 4 Gelar Rapat Soal Sumbangan Sukarela, Begini Tanggapan Orangtua Siswa

Komite SMKN 4 Banjarmasin bersama orangtua siswa rapat membahas mengenai bantuan di SMKN 4. - banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti sekolah yang meminta sumbangan kepada orang tua siswa. Bahkan, orangtua, komite sekolah, serta disdik dipanggil oleh Komisi VI belum lama tadi.

Agar tidak bermasalah, Komite SMKN 4 Banjarmasin menggelar rapat bersama orang tua siswa, kemarin siang, di SMKN 4 Banjarmasin. Hasilnya, seluruh orangtua diminta memberikan sumbangan secara suka rela kepada komite sekolah.

Orangtua siswa yang hadir pada hari itu, Endang, mengaku lega karena tidak ada patokan sumbangan. Apalagi, saat ini anaknya sudah duduk di kelas XI jurusan perhotelan. “Saya pasrah saja ikut orang banyak,” katanya.

Endang mengaku keberatan jika ada patokan sumbangan mengingat profesi suaminya hanya buruh bangunan sedangkan ia hanya ibu rumah tangga. Penghasilan suaminya pun pas-pasan untuk biaya hidup dan sekolah ke tiga anaknya.

 “Anak saya ada lima, tiga orang masih perlu biaya sekolah. Bantuannya seikhlasnya, minimal meringankan beban kami,” katanya.

Baca: Rapat Komite di SMKN 4, Undangan 400, Hanya 93 Orangtua yang Berhadir, Hal Ini Penyebabnya

Baca: Ini Tanggapan Disdik Kalsel dan Ombudsman Kalsel Terkait Sumbangan Komite Sekolah

Baca: Ayah Bripda Puput Sebut Bukan Ahok yang Diperkenalkan Putrinya, Tapi Pria Lain

Hal serupa ditimpali oleh Hartini, anaknya juga kelas XI jurusan perhotelan. “Untungnya anak saya cuma satu. Tapi suami saya juga serabutan. Kalau tidak ada patokan sumbangan tak masalah,” timpalnya.

Ketua Komite SMKN 4 Banjarmasin, Syarifuddin Nisfuady, menjelaskan bantuan seiklhasnya ini tanpa patokan angka dan waktu. “Besok kalau punya uang Rp 5 ribu ya kami terima. Atau mereka yang ingin menyumbang dua bulan lagi tak masalah,” jelasnya, usai rapat komite bersama orang tua di SMKN 4 Banjarmasin.

Nisfuady sadar jika orangtua siswa yang sekolah di SMKN 4 Banjarmasin kebanyakan merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. Menurutnya, bantuan untuk sekolah perlu diberikan mengingat bantuan dari pemerintah dinilainya kurang.

Baca: 328 Formasi CPNS di Pemprov Kalsel, Terbanyak Formasi Guru Pendidikan 212 Orang

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs PS Tira Liga 1 Pekan 21 Live Indosiar

Baca: Aklamasi di Musprov Terjadi, Supriadi Kembali Terpilih Menjadi Ketua Apindo Kalsel

Ia menghitung satu siswa diperlukan anggaran Rp 3,6 juta per tahun untuk pelaksanaan sekolah. Anggaran itu, untuk operasional sekolah dan praktik siswa. Menengok dari besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sebesar Rp 1,4 juta per orang dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) yang berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,05 juta per orang. Dengan total siswa sebanyak 1.390 siswa.

“Masih jauh kurang. Bantuan operasional sekolah antara SMK dan SMA sama. Padalah, besaran bantuannya sama. SMA tidak ada praktik seperti di SMK,” katanya.

Rencananya, bantuan suka rela tersebut akan diberikan kepada guru honorer di SMKN 4. Menengok dari besaran gaji guru honorer atau guru tidak tetap yang hanya Rp 1 juta berasal dari APBD Provinsi. Sedangkan untuk kelebihan jam mengajar akan dibayar melalui Bosda. Satu orang guru dirata-rata mendapat penghasilan sebesar Rp 350 sampai Rp 400 ribu per bulan.

Baca: 45 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Cocok Untuk Whatsapp, Facebook, Twitter

Baca: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah, Tahun Baru Islam 2018: 1 Muharram 1440 H

Baca: Ini Saat Terbaik Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Baru 2018, 1 Muharram 1440 H

Menengok dari kecilnya gaji guru ini, komisi SMKN 4 Banjarmasin berencana untuk memberikan bantuan gaji yang berasal dari sumbangan komite sebesar Rp 1,5 juta. “Itu kehendak kami. Kalau uangnya terkumpul. Kalau tidak sesuai kemampuan kami saja. Adanya Rp 200 ya segitu yang bisa kami berikan untuk setiap guru,” katanya.

Nisfuady mengatakan rapat komite bersama orang tua ini kali kedua digelar. Pada 14 Juli lalu, rapat komite juga pernah digelar dan menghasilkan sumbangan seikhlasnya dari orangtua siswa sebesar Rp 7 juta. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer