Kanal

Rapat Komite di SMKN 4, Undangan 400, Hanya 93 Orangtua yang Berhadir, Hal Ini Penyebabnya

Komite SMKN 4 Banjarmasin bersama orangtua siswa rapat membahas mengenai bantuan di SMKN 4. - banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Dari undangan yang disebar oleh Komite melalui sekolah kepada orangtua siswa sebanyak 400 siswa untuk kejuruan tata boga dan perhotelan. Namun, yang hadir hanya 93 orangtua saja. Rinciannya, tata boga hanya 58, perhotelan 35 orangtua yang hadir.

Rapat komite digelar dua sesi, sesi pertama untuk kejuruan tata boga digelar pagi, sedangkan untuk perhotelan digelar siang. Ketua Komite SMKN 4 Banjarmasin, Syarifuddin Nisfuady, sadar adanya bantuan komite membuat orang tua enggan berhadir mengikuti rapat.

“Kebanyakan berpikir kalau rapat itu ujung-ujungnya sumbangan. Tapi di sini kami tidak mematok. Semuanya seikhlasnya tanpa batasan angka dan waktu,” ujarnya.

Diceritakannya, tahun lalu, tidak ada bantuan iuran komite. Dampaknya, nilai UAN siswa SMKN 4 menurun. Sebenarnya, bukan tidak ada bantuan iuran komite.

Baca: Wanita Asal Banjarmasin Mengadu Pada Hotman Paris Putrinya Disekap 6 Bulan dan Dijaga Oknum Brimob

Baca: Ini Tanggapan Disdik Kalsel dan Ombudsman Kalsel Terkait Sumbangan Komite Sekolah

Baca: 328 Formasi CPNS di Pemprov Kalsel, Terbanyak Formasi Guru Pendidikan 212 Orang

Sebelumnya, memang ada iuran pada tahun lalu, namun dikembalikan kepada orang tua siswa. “Karena ada patokan itu tadi. Besarannya Rp 2 juta. Tapi itu sebelum saya menjadi ketua komite. Saat saya menjabat langsung saya minta kembalikan. Ada lima persen dari total siswa yang masuk sumbangan komite,” jelasnya.

Karena tidak adanya bantuan ini, sehingga kegiatan sekolah menjadi seadanya. “Bayangkan saja gaji guru segitu disuruh mengajar lebih. Kan kasihan mereka. Makanya, kami tidak ingin terulang lagi tahun ini. Tapi tidak dipatok melainkan seikhlasnya,” jelasnya.

Kepala SMKN 4 Banjarmasin, Syafruddin Noor, mengaku operasional sekolah selain dari dana bos berasal dari uang komite. Sebenarnya dalam aturan dana BOS bisa untuk menggaji guru honorer. Namun, ia tak melakukannya. Alasannya, guru honorer harus memiliki rekomendasi SK Gubernur dan Dirjen Pendidikan.

“Yang kami gunakan hanya Bosda. Itu hanya untuk kelebihan jam mengajar,” jelasnya.

Baca: 45 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Cocok Untuk Whatsapp, Facebook, Twitter

Baca: Jadwal & Live Streaming Supersoccer.tv Portugal vs Italia UEFA Nations League, Tanpa Ronaldo

Baca: Tanahlaut Dapat Jatah CPNS 184 Orang, Tenaga Pendidik 84, Peminat Daftar di Website Ini

Di SMKN 4 ada 104 pegawai, baik itu guru tidak tetap, pegawai tidak tetap atau guru PNS. Rinciannya, guru tidak tetap ada 41 dengan gaji Rp 1 juta per bulan, 55 orang guru PNS, siswanya pegawai tidak tetap yang diperuntukan di TU.

“Agar tidak terjadi anjloknya nilai, Syafruddin, bakal memberlakukan jam nol belajar bagi siswa. Yakni, belajar satu jam setengah sebelum jam pelajaran dimulai. “Jadi pukul 08.00 Wita jam pelajaran dimulai, sebelum itu, satu setengah jam akan ada pelajaran tambahan,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer