Kanal

Tunangan Ariana Grande Nyaris Bunuh Diri Gara-gara Tragedi 11 September 2001, Begini Ceritanya

Ariana Grande dan Pete Davidson - Instagram Ariana Grande

BANJARMASINPOST.CO.ID – Kekasih Ariana Grande, Pete Davidson telah lama terbuka tentang masa lalunya, namun dia membuat pengakuan yang sangat menyentuh hati tentang usaha bunuh diri sebagai seorang anak.

Pete Davidson yang sudah bertunangan dengan Ariana Grande itu kehilangan ayahnya, Scott Davidson, seorang petugas pemadam kebakaran, dalam serangan 11 September 2001 di New York.

Pete berusia tujuh tahun pada tahun 2001, dan harus menerima kenyataan bahwa ayahnya termasuk korban dari kejadian 11 September tersebut.

Selain mengungkapkan bahwa ia pernah keluar masuk konseling, bintang Saturday Night Live itu juga mengatakan di masa lalu ia memiliki gangguan kepribadian dan didiagnosis dengan penyakit Crohn di sekolah menengah.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Mauritius, Laga Ujicoba Jelang Piala AFF 2018

Baca: Cara Registrasi untuk Daftar di Penerimaan CPNS, Ini Link Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Japan Open 2018, Selasa (11/9), Hari Ini Jojo dan Ginting Main

Baca: 60 Kata-kata Mutiara untuk Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram 1440 Hijriyah

Baca: Daftar Amalan Sunnah Bulan Muharram 1440 Hijriyah, Sambut Tahun Baru Islam 2018

Dikutip dari Metro.co.uk, pada wawancara dengan Variety, ia mengatakan kepada publikas bahwa ia pernah mencoba bunuh diri di kolam renang.

"Aku telah masuk dan keluar dari fasilitas kesehatan mental sejak berusia sembilan tahun," kata pria berusia 24 tahun itu.

" Aku mencoba menenggelamkan diri di kolam ketika saya berada di kelas empat atau lima. Aku mencoba untuk membuat kepalaku terjebak di tangga di ujung yang dalam, jadi aku tidak akan bisa bangun. "

"Untungnya pada kejadian itu, Tuhan sepertinya belum mengizinkan untuk menyusul ayah," tambah Pete.

Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS. (Getty Images)

Pada masa suramnya Pete Davidson mengatakan dengan mengakui masa lalunya, itu begitu membantu untuk membentuk masa depannya.

"Jika ayahku tidak meninggal, aku tidak akan menjadi seorang komika. Aku akan menjadi pekerja konstruksi di Staten Island atau pelatih bola basket, 'katanya.

Halaman
123
Penulis: Noor Masrida
Editor: Murhan
Sumber: Banjarmasin Post

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer