Kanal

Jaga Perairan dari Aktivitas Ilegal Fishing, Warga Desa Tapus Amuntai Bentuk Pokwamas, Ini Tugasnya

Ilustrasi - Warga Pihanin Raya, HSS serahkan puluhan alat setrum ikan kepada jajaran Polsek Daha Selatan pekan lalu. - banjarmasinpost.co.id/aprianto

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Mendekati musim penghujan desa yang berada didaerah rawa diminta untuk mempersiapkan diri untuk mencegah adanya ilegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal) saat musim penghujan nanti. Mengingat para petani akan banyak yang beralih profesi menjadi nelayan dimusim penghujan.

Untuk menghimdari adanya ilegal fishing Pemerintah Daerah meminta kepada aparat desa untuk memfasilitasi dalam program pencegahan. Yaitu dengan memberikan perahu untuk patroli menjaga perairan rawa desa.

Seperti yang ada di Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah memiliki program yang kreatif dalam menjaga kelestarian sungai dengan membentuk Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwamas).

Pokwamas sendiri memiliki berbagai tugas dan fungsi salah satunya menjaga sungai sekitar desa dari ilegal fishing. Kepala Desa Tapus, Hakim mengatakan keberadaan Pokwanas sangat membantu aparat desa untuk saling bersinergi dalam menciptakan desa yang lebih berkualitas.

Baca: Link Live Streaming UEFA Nations League Spanyol Vs Kroasia dan Islandia Vs Belgia Malam Ini

Baca: Muhammad Riyansyah - Mutiara Hikmat Terpilih Sebagai Nanang Galuh Banjarbaru 2018, Ini Targetnya

Baca: 37 Santri Dinyatakan Positif Rubella, Begini Tanggapan Pengelola Pondok Pesantren di Banjarbaru

Baca: Timnas Indonesia Taklukkan Mauritius 1-0, Kemenangan Berharga Tanpa Luis Milla

Untuk mendukung kinerja Pokwamas, aparat desa memberikan hibah berupa perahu bermesin yang bisa digunakan untuk patroli mengawasi nelayan yang mencari ikan. Perahu diberikan dalam bentuk hibah sebanyak dua unit dengan total anggaran Rp 30 juta menggunakan dana desa.

Patroli dilakukan untuk mencegah adanya ilegal fishing, secara berkala anggota Pokwanas melakukan patroli ke beberapa jalur anak sungai yang biasa dilalui nelayan. "Patroli sering dilakukan pada malam hari, saat nelayan sedang mencari ikan dan memeriksa peralatan mereka," ungkapnya.

Peralatan yang boleh digunakan nelayan hanyalah peralatan yang tidak merusak lingkungan dan ekosistem. Tujuannya tak lain untuk menjaga kelestarian sungai agar ikan sungai tetap bisa didapat hingga generasi mendatang.

Hakim mengatakan selama program ini dilaksanakan sudah aada dua nelayan yang kedapatan membawa alat setrum ikan. Oknum nelayan tersebut langsung diamankan dan diberi peringatan. "Kami beri peringatan dulu dan alat setrumnya kami sita, jika kedapatan menyetrum ikan lagi langsung kami laporkan ke kepolisian," ungkapnya.

Baca: Kisi-Kisi Soal CPNS Resmi Dari BKN, Jelang Pendaftaran CPNS 2018 Klik di Sini

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, BKN Gelar Latihan Gratis Tes CAT di Yogyakarta dan Semarang Cek di Sini

Baca: Penerimaan CPNS Dibuka 19 September, Ada 100 Soal Tes CPNS, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Ketentuan Penerimaan CPNS 2018 di Pemprov Kalsel, Ada 137 Formasi di Pemkab Tapin

Pokwamas yang memiliki anggota sekitar 30 orang dengan ketua Sabirin ini juga bekerjasama dengan beberapa desa tetanggaa untuk ikut menyuarakan kepada seluruh nelayan untuk tidak menangkap ikan dengan merusak lingkungan.

Pihaknya juga menginbau kepada nelayan untuk tidak menangkap anak ikan yang masih berpotensi untuk besar. Menangkap anak ikan selain melanggar hukum juga akan mengurangi popolasi ikan jangka panjang. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer