Kanal

Jumantik Desa Tajaupecah Tanahlaut Terbentuk, Wujud Sinergitas Masyarakat dan Mahasiswa Lawan Ini

Kelompok 12 PSKM-FK membentuk Jumantik di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, Selasa (11/9/2018) - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang terus menjadi momok di masyarakat.

Angka kejadian yang tiap tahun ada dan cenderung meningkat menjadi salah satu poin bahwa penanggulangan penyakit ini penting untuk menjadi perhatian bersama.

Berawal dari hasil survey pada 2017 lalu yang dilakukan dalam kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (PSKM-FK ULM) Kelompok 12,

Diperoleh data adanya dugaan jentik nyamuk DBD sebesar 47 persen yang positif pada 43 rumah dan Bretue Index (BI) sebesar 81 persen dari 100 rumah yang diperiksa (standar BI > 50 persen).

Ini diduga merupakan masalah yang serius karena menurut standarnya suatu daerah dinyatakan mempunyai risiko penularan DBD yang tinggi, jika salah satu kategorinya melebihi angka standar.

Baca: Muhammad Riyansyah - Mutiara Hikmat Terpilih Sebagai Nanang Galuh Banjarbaru 2018, Ini Targetnya

Baca: Penerimaan CPNS Dibuka 19 September, Ada 100 Soal Tes CPNS, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Tips Lolos Tes CPNS Diungkap Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Tips Lolos Tes CPNS Diungkap Kementerian BUMN, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Tindak lanjut dari data temuan tersebut diimplementasikan dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam Tridarma Perguruan Tinggi.

Kelompok 12 yang diketuai oleh Arif Rahmani dan 5 anggota lainnya, Dewi Muti Sari, Berty Natalia Hawini, Norjenah, Wini Triana, dan Tia Raihana Oktaviani bersama dengan dosen pembimbing, Musafaah,MKM dan Nita Pujianti, MPH.,Apt merumuskan Intervensi pemberdayaan masyarakat.

Bentuk intervensi itu berupa penyuluhan dan pelatihan 3M Plus (Menutup, Menguras, dan Mendaur ulang) serta pembentukan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Bergerak di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut.

Maksud intervensi itu dengan tujuan masyarakat mau dan mampu melakukan pencegahan dan pemberantasan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD).

Upaya untuk pemberdayaan masyarakat ada pada pembentukan gerakan Jumantik, yang mana para kader merupakan masyarakat dipilih berdasarkan keinginan dan inisiatif diri sendiri serta pilihan dari semua peserta yang hadir.

Baca: Hasil Akhir Timnas Indonesia vs Mauritius : Skor Akhir 1-0, Evan Dimas Cetak Gol Penentu

Baca: Hasil Japan Open 2018 - Anthony Ginting Melaju ke Babak Kedua, Taklukkan Wakil Hong Kong

Baca: Hasil Mediasi Belum Dijalankan Wali Kota Ibnu Sina, Sekda Nonaktif Hamli Berencana Lapor Presiden

Baca: Jokowi Buat Super Junior Goyang Dayung di Kunjungan Korea Selatan, Lihat Videonya di Sini

Struktur organisasi kader jumantik terdiri dari supervisor jumantik, koordinator jumantik, jumantik rumah/jumantik lingkungan. Saat ini ada 16 orang kader Jumantik yang terdaftar dalam kepengurusan yang sedang berjalan.

Gerakan pemberdayaan masyarakat ini terus dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan sampai dengan saat Ini, keberlangsungan itu tidak lepas dari bantuan dan support dari perangkat desa serta PSKM FK ULM baik berupa dana desa dan dana hibah pengabdian masyarakat, tenaga, maupun hasil pikiran bersama.

"Diharapkan dengan upaya Pembentukan Kader Jumantik secara berkesinambungan dapat sebagai pelopor menuju desa Tajaupecah yang bebas demam Berdarah dengue dan dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya," kata Dewi Musti Sari, juru bicara kelompok. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer