Kanal

Pengurus Parpol di Sampit Ini Ditangkap Karena Sebar Ujaran Kebencian di Sosial Media

AS (baju merah) saat diamankan polisi Ditreskrimsus Polda Kalteng, karena diduga menyebar kebencian di Facabook. - banjarmasin post group/ faturahman

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tim Patroli Cyber Polda Kalteng dan Mabes Polri semakin gencar dalam melakukan penangkapan pemilik akun di media sosial yang melaukukan penyebaran kebencian dan melakukan provokasi yang berbau SARA.

Hingga, Selasa (11/9/2018) polisi masih memproses kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Agus Sugianto (AS) berumur 35 tahun seorang karyawan swasta yang tinggal di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.

Berdasarkan catatan kepolisian pelaku aktif diberbagai organisasi antara lain, Sekretaris salah satu lembaga bantuan hukum (LBH) di Sampit, Waket Sekretaris Organisasi Persatuan Pedagang Pasar Markit, dan Sekretaris DPD PKS di Kotim.

Baca: Syarat Ini Harus Dipenuhi Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran CPNS Hanya di sscn.bkn.go.id

Baca: Addie MS Ungkap Kedekatan Bripda Puput dengan Veronica Tan, Ahok Bergurau Menikah

Keterangan dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudisman, mengungkapkan, tim cyber mabes Polri memantau postingab penyebaran kebencian yang dilakukan tersangka sejak tahun 2016 hingga saat ini.

"Kami memantau semua postingan ujaran kebencian yang dilakukan pemilik akun, yang isinya menyatakan perasaan kebencian terhadap kekuasaan umum dan Pemerintah Indonesia serta berdasarkan SARA," ujarnya.

Pelaku dikenakan Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf B angka 1 undang-undang RI no 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi RAS dan Etnis."Ancaman hukuman lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Baca: Jadwal Siaran langsung RCTI (Live) Timnas Indonesia vs Mauritius Hari Ini Selasa (11/9/2018)

Baca: Reaksi Sandiaga Uno Soal Dugaan Partai Demokrat Main 2 Kaki di Pilpres 2019, Hinca Tertawa

Sementara itu, Ketua PKS Kalteng, Heru Hidayat menegaskan, terkait penangkapan pengurus PKS Kotim, sehubungan dengan apa yang terjadi dengan saudara AS, secara hukum kami tetap menjaga asas praduga tidak bersalah sampai kemudian ada ketetapan dari pengadilan.

"Saat ini beliau telah didampingi oleh pengacara sebagai hak setiap warga dalam menjalani proses hukumnya, dan kita menghormati prosesnya," ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kalteng ini, mengatakan, pihaknya tetap ingin menegakkan dan menghormati hukum dan menghimbau agar perlakuan adil secara hukum pun diterapkan equality before the law.

Saudara AS pun sejak awal sangat kooperatif meski beliau memiliki hak dihadapan hukum untuk melakukan pembelaan atas apa yang didugakan dan hak atas perlakuan yang diatur oleh perundang-undangan.

Baca: Hotman Paris Menangis Usai Bebaskan Anak Wanita Asal Banjarmasin yang Dijaga 4 Oknum Brimob\

Baca: Gerakan #2019PrabowoPresiden Disebut Sebuah Siasat Nakal, Yasonna : Langgar Undang-undang

"Secara substansi hak pembelaan secara hukum akan disampaikan pada saat proses sidang nantinya, dan kita tetap turut mengkampanyekan agar tetap proposional dan menghindari ujaran kebencian dalam bersosial media," ujarnya.

Meski demikian, sebutnya, pihaknya tetap menghormati secara hukum jika kemudian harus berproses, karena kita akan terus berupaya mengkampanyekan sehat bersosial media dan berharap penegakan hukum secara adil kepada siapapun.

Begitupun secara informasi tentu tetap berharap agar tetap berimbang dan proposional. "Artinya apapun keputusan di
proses pengadilan nantinya kami hormati termasuk jika dugaan awal tersebut tidak terbukti," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer