Kanal

Ahmad Satu Jam Lebih Mengapung di Laut, Pelayanan ASDP Kotabaru-Batulicin Dikeluhkan

ilustrasi/KMP Bamega Jaya rencana akan dioperasikan untuk feri penyeberangan Teluk Gosong-Pulau Sebuku - banjarmasinpost.co.id/herliansyah

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pelayanan penyeberangan feri Tanjung Serdang (Kotabaru)-Batulicin (Tanahbumbu) dikelola Angkutan Sungai Danau dan Perairan (ASDP) mulai dikeluhkan masyarakat.

Masyarakat khususnya Kabupaten Kotabaru yang banyak bergantung dengan jasa penyeberangan, itu mengeluhkan pelayanan ASDP karena pelabuhan tidak sesuai dengan jumlah kapal dioperasikan.

Akibatnya masyarakat, sebagai pengguna jasa penyeberang yang terburu waktu mengalami keterlambatan. Karena kapal feri terlalu lama mengapung di laut menunggu feri lainnya keluar dari pelabuhan.

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Baca: Reaksi Ustadz Abdul Somad Jawab Kecurigaan GP Ansor, Hingga Angkat Kaki

"Satu jam lebih mengapung-apung di feri. Mana lagi ketika itu ada urusan penting," keluh Ahmad kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (12/9/2018).

Menurut Ahmad, lambatnya pelayanan pihak ASDP tidak cuma menyita waktu. Namun dinilainya sangat membosankan, karena kondisi tersebut berlangsung cukup lama.

"Antre di laut ini sudah cukup lama. Karena harus bergantian sandar di pelabuhan," tambahnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Senada diungkapkan Iwan, mengeluhkan lambatnya layanan penyeberangan di pelabuhan feri karena ketidak seimbangan kapal dioperasikan dengan kondisi pelabuhan.

Baca: Jadwal & Live Streaming Japan Open 2018, Hari Ini Rabu (12/9/2018), Marcus Gideon-Kevin Sanjaya Main

Baca: Reaksi Rizky Febian Saat Sule Bilang Gimana Ki, Sekarang Ada yang Baru?

"Kapal dioperasikan banyak, sampai lima kapal. Pelabuhan untuk sandar cuman satu. Gimana tidak antre di laut. Di daratnya malah tidak antre," ungkapnya.

Iwan juga menganggap pengoperasian kapal cukup banyak, ditengai menjadikan pelayanan kurang efektif dan efisien.

"Belum lagi kalau kapan sandar terburu-buru keluar dari pelabuhan, karena ada kapal lain mau sandar bisa membahayakan keselamatan," katanya.

Ia menyarankan, untuk pengoperasian kapal yang banyak pihaknya ASDP tetap menyesuaikan situasi dan kondisi penumpang.

"Kalau ada peningkatan penumpang baru perbanyak pengoperasian kapal. Misal dihari-hari itu, seperti mau lebaran dan hari-hari yang diperkirakan berpotensi lonjakan penumpang," pungkas Iwan kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jawaban Cak Nun Soal Pilih Prabowo-Sandiaga Uno Atau Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019

Baca: Ustadz Abdul Somad Buka-bukaan Kronologi Dugaan Intimidasi yang Berujung Batal Ceramah

Sementara hingga berita diturunkan, banjarmasinpost.co.id belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak ASDP Kotabaru-Batulicin.

"Bentar saya, nanti saya telepon balik. Bentar masih ada rapat," kata Kepala ASDP Kotabaru-Batulicin Marsadik melalui telepon selularnya.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Video Viral Karyawan Rumah Makan Dilempar Mangkuk di Bagian Kepala oleh Tamu karena Pesanannya Salah

Berita Populer