Kanal

Pengguna Vape Asal Banjarbaru Langsung Jual Alat Hisapnya, Efek Rencana Pajak 57 Persen

Ilustrasi rokok eletrik Vapor. - surya online

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pengguna vape asal Banjarbaru, Noviana Sitorus terkejut mendengar kabar jika sejak 1 Juli 2018, Vapor dikenai pajak sebesar 57 persen.

"Masa sih kak, hmm 57 persen ih. Jadi berapa berapa tuh ya jadinya, itu dibebankan dari harga vape atau liquidnya," kata Via, Selasa (11/9/2018).

Baca: Harga Vapor Melonjak karena Pajak Tinggi, Pengguna Vape di Banjarmasin Galau

Wajar saja jika Via bingung, sosialisasi yang kurang gencar membuat pengguna Vape banyak yang tidak tahu.

Informasi terhimpun wartawan banjarmasinpost.co.id, dari sejumlah artikel terkini dan informasi para pengguna Vape dan penjual, jika memang rencana pemerintah akan menerapkan cukai pada liquid per 1 Juli 2018.

Namun, perlu digarisbawahi, Karena alasan teknis, pemerintah mengundur rencana penerapan cukai pada liquid per 1 Oktober 2018.

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Konon alasannya agar ada tenggang waktu ke penjual habiskan stok dahulu.

Jadi Oktober 2018 nanti semua liquidnya harus bercukai.

Tapi bagi yang terlanjur tahu informasi per 1 Juli tadi pilih jual alat-alat vape.

Seperti yang dilakukan Faisol, warga Martapura ini sudah jual perangkat alat vape kesayangannya.

"Waduh sudah dijual, sekarang kembali merokok saja. Mahal, belum lagi perawatannya ya mahal juga, " katanya.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Sumber: Banjarmasin Post

Inilah Sosok Pria Sulawesi yang Hanyut Sampai ke Jepang, Makan Ikan Mentah dan Sempat Diserang Hiu

Berita Populer