Kanal

Pengguna Vape Asal Banjarbaru Langsung Jual Alat Hisapnya, Efek Rencana Pajak 57 Persen

Ilustrasi rokok eletrik Vapor. - surya online

Padahal dia suka liquid buah-buahan, namun Regulasi cukai dan dalamnya kocek yang harus dirogoh membuatnya harus kembali ke rokok konvensional. "Cuma jual Rp 500 ribu saja, padahal beli Rp 1 juta," katanya.

Baca: Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Sindir Kriss Hatta Soal Hajar Hilda Vitria

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 146 tahun 2017 memastikan telah mengenakan cukai produk hasil pengolahan tembakau (HPTL) untuk rokok elektrik atau vape 1 Juli tadi.

Sosialisasi pengenaan tarif cukai yang dipatok sebesar 57 persen dari harga jual produk berupa liquid atau cairan beraneka rasa yang mengandung nikotin itu, bahkan tidak hanya gencar dilakukan di Pulau Jawa, melainkan Kalsel terkhusus Banjarmasin pun terkena.

Itu terlihat dari sebuah spanduk berisikan tentang pengenaan bea cukai produk hasil pengolahan tembakau (HPTL) atau vape yang telah terpasang di pertigaan Jalan Soetoyo S dan Japri Zam-zam Kota Banjarmasin.

Selain memberitahukan tentang pengenaan tarif cukai terhadap vape, pada spanduk tersebut juga berisikan ajakan untuk meregistrasikan usaha vapor sampai mendapatkan nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC).

Menurut sumber yang tertanda dari Bea dan Cukai Banjarmasin itu proses relaksasi juga berlaku sampai dengan 1 Oktober 2018. (banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Sumber: Banjarmasin Post

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer