Kanal

Ponpes di Banjarbaru Ragu Hasil Lab Positif Virus Rubella, Syamsuni: Dinkes Hanya Sampaikan ke Media

Ilustrasi Campak Rubella - kompas tv

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kesehatan Banjarbaru telah menjelaskan, bahwa 37 sampel darah santri positif mengandung virus rubella.

Meskipun demikian, pihak pondok pesantren masih meragukan hasil uji laborataorium itu.

Baca: 98 Persen Santri Al Falah Putra Menolak Imunisasi MR, Santri Al Falah Putri Terpaksa Diimunisasi

Alasan pihak pesantren meragukan validitas hasil uji lab, karena kini pihak ponpes belum menerima bukti hasil laboratorium dari Dinkes Banjarbaru.

"Sampai kini belum ada pesantren yang menerima bukti itu,” ujar Syamsuni, Ketua Pokja Pesantren Kota Banjarbaru, Selasa (11/9/2018).

Baca: Syarat Wajib untuk Jabatan Khusus Jelang Penerimaan CPNS 2018, Pendaftaran Hanya di sscn.bkn.go.id

Padahal, dia menyebut, dengan adanya bukti laboratoium, maka semakin meyakinkan.

“Namun Dinkes tidak juga bisa memberikan bukti kepada ponpes,” ucap Syamsuni.

Kata dia, Dinkes hanya menyampaikan hal itu melalui lisan ke media, tanpa ada bukti hasil laboratorium.

Sebelumnya, dari hasil uji laboratorium di Surabaya, 37 sampel darah penderita dinyatakan positif mengandung virus rubella.

Baca: Link Live Streaming UseeTV Japan Open 2018 Hari Kedua, Rabu (12/9) - Marcus/Kevin & Fajar/Rian!

Sebanyak 37 sampel darah itu merupakan temuan 52 kasus campak di dua pesantren di Banjarbaru. Dari 52 kasus itu, sebanyak 40 sampel darah santri yang diduga mengidap campak dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk diteliti.

Dari hasil uji laboratorium, seperti dikatakan Agus Widjaya, Kadinkes Banjarbaru, kepada harian ini, Minggu (11/9/2018), sebanyak 37 sampel darah santri dan pelajar positif mengandung  virus rubella. (banjarmasinpost.co.id/milna sari/hasby suhaily)

Editor: Royan Naimi
Sumber: Banjarmasin Post

Video Viral Karyawan Rumah Makan Dilempar Mangkuk di Bagian Kepala oleh Tamu karena Pesanannya Salah

Berita Populer