• Cincin yang Hilang

    Kamis, 1 Desember 2016, sehari sebelum aksi massa di Jakarta itu, secara serentak di seluruh Indonesia dilaksanakan Apel Nusantara Bersatu
  • Titik Imbang Atau Adu Kuat?

    Sebenarnya saya sudah sering dituduh demikian. Ada yang menghubungkannya dengan latar belakang pendidikan pascasarjana saya yang kebetulan
  • Empati yang Tergerus?

    Sebagian calon dosen itu tampak terkejut, tak menyangka ada pertanyaan seperti itu. Ternyata cukup banyak juga yang berwawasan sempit
  • Pemimpin Islam dan Demonstrasi

    Saya termasuk orang yang khawatir bahwa demonstrasi 4 November 2016 lalu akan berubah menjadi kerusuhan dan tindak kekerasan.
  • Pemain atau Pion?

    Para siswa SMA itu asyik menonton video tentang aksi anak-anak sebuah SMA di Solo yang memprotes tindak korupsi di sekolah mereka.
  • Mimpi Kuliah

    Tidak mudah untuk bisa sampai ke rumah itu. Saya harus berjalan kaki dan naik ojek, melewati jalan becek dan berlubang.
  • Politik Identitas

    Orang luar akan menyebut saya sebagai orang Banjar, etnis ke-10 terbesar di Indonesia. Ketika saya berada di luar negeri,
  • Paradoks Cendekiawan

    Seorang cendekiawan, yang memiliki cita-cita tertentu terhadap masyarakatnya dan berjuang sekuat tenaga mewujudkannya
  • Hijrah, Uang dan Zenith

    Ketika masih kecil, setiap sore saya belajar di Madrasah Diniyah, Al-Ukhuwwah, Amuntai. Saya dan kawan-kawan sangat menyukai
  • Uang Adalah Tu(h)an

    Seorang ustadz muda bercerita, menurut pengamatannya, kini ulama yang kelihatan kaya lebih dihargai masyarakat.
  • Cinta yang Jujur

    Sudah menjadi watak alamiah manusia untuk mengagumi sesuatu yang luar biasa, unik dan melampaui rata-rata. Kagum juga muncul ketika kenyataan
  • Masjid Hilang

    MUI rupanya khawatir perihal kelompok Islam tertentu yang memperuncing perbedaan menjadi permusuhan.
  • Cinta karena Dungu

    “Tak usah marah. Itu berarti posisi ruhani (maqam) Anda lebih tinggi dari mereka,” kata saya menghibur.
  • Pawai dan Pemimpin Impian

    Sebagai pribadi dan kelompok, manusia memang suka ditonton dan diperhatikan, terutama untuk dikagumi dan diberi tepuk tangan.
  • Merdeka Tak Berguna?

    Dalam Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan dihadapkan dengan penjajahan. Penjajahan adalah kata lain dari perbudakan
  • Cermin dan Ponsel

    “Aku menangis karena melihat wajahku yang jelek. Tetapi kenapa kau terus-menerus menangis?” tanya Timur.
  • Surat Kabar Cinta

    Sebagaimana nasib surat cinta, mungkin tak lama lagi begitu pula nasib surat kabar.
  • Dusta Itu Luka

    Politik dan dusta seolah tak terpisahkan. Demi kekuasaan, orang rupanya menghalalkan segala cara, termasuk dengan cara berdusta.
  • Nak, Kami Mengantarmu

    Sebenarnya Pak Menteri tidak perlu repot membuat surat edaran (SE) itu, karena tanpa dianjurkan pun, tiap orangtua akan mengantar anaknya ke sekolah.
  • Puasa Tak Berguna?

    Tentu saja, libur lebaran tidak hanya diisi dengan ziarah dan belanja. Ada yang berkumpul bersama keluarga besar.
  • Manusia Surga

    Seperti halnya mudik di sungai, mudik di masa lebaran juga ditempuh dengan susah payah. Jalan-jalan utama padat merayap
  • Hantu Valak dan Lailatul Qadar

    Mengapa orang suka film hantu? Mungkin hanya karena ikut-ikutan atau sekadar iseng mengisi waktu liburan.
  • Pengeras Suara dan Perda

    Sebelum era Nabi Muhammad SAW, ibadah puasa sudah ada. Kemudian melalui kenabian Muhammad, Allah mewajibkan kaum muslim yang memenuhi syarat
  • Impian Pendidikan

    Dua hari berikutnya, saya bertemu seorang ibu pengasuh pesantren tradisional di Malang dan mantan anggota DPR RI.
  • Marhaban

    “Oh begitu,” kata ayah kaget sekaligus sadar bahwa dia salah paham.
  • Sakralitas Tubuh

    Alangkah sadisnya! Di Tangerang, seorang gadis diperkosa lalu dibunuh dengan menancapkan gagang pacul di kemaluannya.

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help