Pengemis Beroperasi di Jembatan Sulaha
Jembatan Sulaha, menuju arah Jalan Perintis Kemerdekaan, Barabai, Hulu Sungai Tengah
Editor:
Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Jembatan Sulaha, menuju arah Jalan Perintis Kemerdekaan, Barabai, Hulu Sungai Tengah mulai dihiasi pengemis. Pantauan BPost Online, Jumat (18/5/2012), ada tujuh pengemis berjejer di pinggir jembatan, yang di samping kirinya Masjid Sulaha tersebut.
Menurut keterangan warga, mereka duduk di pinggir jembatan tersebut sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wita hingga sore untuk menanti pengendara menghampiri mereka dan memberikan sejumlah uang. Kemarin, beberapa pengendara mobil, angkutan dan sepeda motor terlihat sengaja menghampiri mereka untuk memberi uang.
“Kalau pengemisnya banyak begini, paling Jumat dan Sabtu. Kalau Jumat mereka memanfaatkan jemaah masjid yang melintas untuk salat di Masjid Sulaha. Kalau Sabtu, biasanya kan hari pasar, jadi banyak orang lewat jembatan ini. Sedangkan hari biasa, hanya satu sampai dua pengemis yang beroperasi,”jelas seorang warga Jalan Hevea..
Warga lainnya, Rahmat, Jalan Perintis Kemerdekaan, mengatakan, keberadaan pengemis tersebut memang tak mengganggu orang yang lewat, karena hanya duduk di pinggir jembatan. Meski demikian, pemkab setempat, melalui Dinas Sosial sebaiknya tak membiarkan masalah ini.
Menurut keterangan warga, mereka duduk di pinggir jembatan tersebut sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wita hingga sore untuk menanti pengendara menghampiri mereka dan memberikan sejumlah uang. Kemarin, beberapa pengendara mobil, angkutan dan sepeda motor terlihat sengaja menghampiri mereka untuk memberi uang.
“Kalau pengemisnya banyak begini, paling Jumat dan Sabtu. Kalau Jumat mereka memanfaatkan jemaah masjid yang melintas untuk salat di Masjid Sulaha. Kalau Sabtu, biasanya kan hari pasar, jadi banyak orang lewat jembatan ini. Sedangkan hari biasa, hanya satu sampai dua pengemis yang beroperasi,”jelas seorang warga Jalan Hevea..
Warga lainnya, Rahmat, Jalan Perintis Kemerdekaan, mengatakan, keberadaan pengemis tersebut memang tak mengganggu orang yang lewat, karena hanya duduk di pinggir jembatan. Meski demikian, pemkab setempat, melalui Dinas Sosial sebaiknya tak membiarkan masalah ini.
“Jangan sampai seperti di Banjarmasin, yang jumlahnya terus bertambah. Berikan mereka pembinaan, melalui program-program pengentasan kemiskinan. Seperti usaha mandiri,”tandas Rahmat.
Berita Terkait