PON XVIII Riau
Hengky Terkendala Cedera Pinggang
Usaha dan perjuangan keras, Hengki Kurniawan untuk memberikan terbaik untuk Kalsel
Penulis: Burhani Yunus | Editor: Halmien
Hengki
Kurniawan yang sebelumnya digadang-gadang pengurus WI Kalsel setidaknya
meraih perak pada nomor seni jurus Nanguan (toya) dan Taolo Nanquan
(tangan kosong) penampilannya tak bisa maksimal.
Pewushu
kelahiran Banjarmasin 25 Maret 1992 tersebut hanya mampu menyumbang
medali perunggu dipenampilan keduanya pada cabang olahraaga Wushu
dilaksanakan di Hall Beladiri Sport Center Rumbai Pekanbaru, Jumat
(14/9).
Hengki Kurniawan sendiri kalah bersaing dengan dua pewushu Sumatera Utara yang memperoleh medali emas, atas nama Johanes Bie dan Heriyanto peraih perak.
Sebelumnya pada penampilan pertama Taolo Nanguan (tangan kosong) Hengki Kurniawan memperoleh nilai 9,57 di bawah atlet Sumatera Utara, Johanes Bie yang memperoleh 9,67 jumlah nilainya di atas Heriyanto juga dari Sumatera Utara yang memperoleh nilai 9,37 menyaingi empat peserta lainnya berasal dari DKI, Jabar, Jawa Tengah dan Jatim.
Pada pertandingan kelas Nanguan (toya) hanya memperoleh nilai 9,35 dipenampilan itu Hengki Kurniawan yang memperoleh poin 18,92, sedangkan Johanes Bie memperoleh nilai 9,67 hingga jumlah seluruhnya 19,33 disusul Heriyanto yang memperoleh poin 9,65 hingga jumlah poin 19,02.
"Saya tidak bisa tampil maksimal karena pinggang saya cedera dua hari sebelum bertanding, sehingga saya goyang," kata Henki Kurniawan yang ditemui usai pertandingan