KPK vs Polri

Kabareskrim: Polri Berperan Membesarkan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa besar seperti sekarang, tak terjadi begitu saja. Harumnya nama KPK sebagai lembaga antikorupsi

zoom-inlihat foto Kabareskrim: Polri Berperan Membesarkan KPK
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ketua KPK Abraham Samad berbincang dengan Kabareskrim Polri Komjen Sutarman, saat buka bersama di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa besar seperti sekarang, tak terjadi begitu saja. Harumnya nama KPK sebagai lembaga antikorupsi, tak lepas dari campur tangan Polri lewat personelnya yang diperbantukan sebagai penyidik.

Demikian disampaikan Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman kepada wartawan di Mabes Polri, Sabtu (6/10/2012). Menurut Sutarman, Polri mendukung kewenangan KPK untuk memberantas korupsi yang merajalela di Indonesia.

"Saya bisa mendeclare, bahwa institusi yang membesarkan KPK adalah Polri, karena penyidik-penyidik kami ada di sana semuanya. Teman-teman mengetahui, waktu menangkap Nazaruddin adalah kami. Kami dan KPK bersama-sama ke Bogota," ucap Sutarman.

Ia mengakui, kewenangan untuk penyidikan korupsi ada di KPK, tapi tak bisa jalan sendirian. Maka, muncul kemitraan antara Polri dan KPK, untuk bersinergi baik dari aspek pembinaan personel (Polri), manajerial, langkah-langkah penyidikan, dan pencegahan tindak pidana korupsi.

"Kita akan membangun sinergitas dari unsur aparat penegakan hukum, sehingga kita memiliki daya, power yang kuat untuk mencegah maupun memberantas korupsi ini. Tapi, kalau terus dibawa seperti ini, kapan kita bekerjanya? Kapan kita menangkap para pelakunya?" imbuh Sutarman.

Menurut Sutarman, penangkapan terhadap Kompol Novel Baswedan yang notabene penyidik KPK sekaligus personel Polri, adalah proses penegakan hukum atas kejadian 2004.

Saat berpangkat Iptu sebagai Kasatreskrim Polres Bengkulu, Novel menangkap enam tersangka pencuri burung walet.

"Mereka dibawa ke kantor, diborgol tiap dua orang. Lalu dibawa ke pantai, kemudian semuanya ditembaki kakinya. Salah satunya mati. Peristiwanya ada, tapi yang melakukan siapa? Ini sedang disidik," papar jenderal bintang tiga. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved