Awas, Kapak Merah di Jakarta Timur
Aksi kejahatan disertai kekerasan (jatanras) terjadi di wilayah Jakarta Timur. Kali ini, enam penjahat
Akibatnya, pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat B 6982 EWG warna merah, serta STNK milik Agus Hermawan Felani (23).
Kejadian tersebut bermula ketika Agus hendak berangkat kerja dari rumah temannya di kawasan Dermaga, Buaran, Jakarta Timur, menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu sekitar pukul 04.30 WIB.
Begitu sampai di terowongan Jalan Basuki Rahmat, enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor langsung memepet sepeda motor Agus, sambil mengambil kunci kontak yang masih menempel di sepeda motor.
"Mereka langsung memepet motor saya dan mencabut kunci dari sepeda motor saya. Nah, begitu saya berusaha mempertahankan sepeda motor saya, salah seorang pelaku memukul kepala saya dan mengeluarkan kapak berwarna merah," jelas Agus usai melapor ke Mapolsek Jatinegara, Rabu sore.
Nyali Agus ciut setelah diancam kapak merah. Ia mengaku tak melawanan saat enam penjahat meminta dompet dan membawa kabur sepeda motor yang kreditnya belum lunas.
Berhasil mendapatkan sepeda motor dan dompet berisi STNK, pelaku langsung kabur ke arah Terminal Kampung Melayu.
Karena saat kejadian tidak ada warga, warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat hanya bisa diam dan tidak tahu hendak melapor ke siapa.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Dian Perri mengungkapkan, aksi perampokan menggunakan kapak merah terbilang baru di wilayah Jakarta Timur.
Bahkan, pembegalan menggunakan kapak merah belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Jakarta Timur.
"Ini terbilang baru untuk wilayah Jakarta Timur, karena sebelumnya belum pernah terjadi," ucap Dian.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan pelaku merupakan jaringan lama yang sebelumnya membuat resah warga Jakarta, Dian mengaku belum dapat memastikannya.
Sebab, belum diketahui pasti bagaimana ciri-ciri pelaku, dan bagaimana pelaku melakukan aksinya.
"Kami masih mengumpulkan informasi. Nanti setelah informasi terkumpul, baru kami upayakan langkah selanjutnya," tutur Dian.