Halalan Thayyiban

ALLAH SWT berfirman yang artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan

Halalan Thayyiban
blogspot
KH Husin Naparin Lc MA

ALLAH SWT berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS Al-Baqarah ayat 168).

Melalui ayat ini Allah SWT memerintahkan manusia, agar memakan makanan yang halal lagi baik. Kata halalan (yang dibolehkan Allah SWT) diberikan kata sifat thayyiban, artinya makanan yang berguna bagi tubuh, tidak merusak, tidak menjijikkan, enak tidak kadaluarsa dan tidak bertentangan perintah Allah SWT karena tidak diharamkan sehingga kata tayyiban menjadi illah (alasan) dihalalkan sesuatu (Al-Qur’an dan Tafsirnya, jilid 1, hal. 247, Kemenag RI).

Menurut penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada beberapa zat kimia atau senyawa berbahaya yang disalahgunakan untuk pengawet atau pewarna makanan beredar di masyarakat luas, antara lain formalin, boraks (untuk pengawet), dan rhodamin B (untuk pewarna).

Formalin adalah racun yang menyebabkan kanker; bila terminum pada kader 3 ml (sekitar dua sendok makan) dapat menyebabkan kematian. Formalin sebenarnya bukan pengawet makanan, tetapi bahan untuk mengawetkan jenazah.

Formalin dalam makanan dapat menyebabkan keracunan dalam tubuh manusia dengan gejala sakit perut akut disertai muntah-muntah, mencret berdarah, depresi susunan syaraf dan gangguan peredaran darah. Menurut penelitian, makanan yang ditemukan mengandung formalin sebagai bahan pengawetnya adalah ikan basah dan kering, mie, tahu dan bakso.

Adapun boraks adalah racun, merupakan kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air, dipergunakan dalam berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, pengawet kayu dan keramik. Gelas dan piring pyrex yang terkenal itu juga dibuat dengan campuran boraks.

Boraks yang terkonsmsi oleh manusia dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, kerusakan ginjal, bahkan kematian. Makanan yang ditemukan mengandung boraks adalah: mie, kerupuk, makanan ringan, bakso, lontong dan macaroni.

Sedangkan Rhodamin B, methanyl yellow dan amaranth adalah zat kimia pewarna tekstil, cat kayu, kertas, kulit keramik, cat lukis, dan lain-lain.

Bila terkonsumsi dapat menyebabkan kanker, iritasi pada paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus.

Makanan yang ditemukan mengandung rhodamin B adalah: kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, minuman ringan, cendol, manisan bubur gipang dan ikan asin.

Halaman
12
Editor: Dheny Irwan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved