Jembatan Putus

Kurang Terawat, Jembatan Gantung Putus

Kepala Desa Baringin B Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Ruslan merasa sangat sedih dengan putusnya jembatan gantung di desa setempat.

Tayang:
Penulis: | Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kepala Desa Baringin B Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Ruslan merasa sangat sedih dengan putusnya jembatan gantung di desa setempat.
    
Sebab jembatan itu satu-satunya penghubung Desa Baringin B dengan pusat Kecamatan Margasari.
    
"Setelah ambruknya jembatan itu, terpaksa masyarakat kami kembali menggunakan jukung untuk menuju Margasari, sebab desa kami terisolasi dan jembatan gantung hanyalah jalan satu-satunya," jelas Ruslan kepada BPost Online, Selasa (1/1/2012).
    
Menurut Ruslan, jembatan gantung itu memang sebagian tali besi bajanya sudah putus dan tali bajanya besar juga serabut besinya sudah terkoyak.
    
"Karena itu sejak 2010 dan 2012 saya selalu membuat proposal supaya jembatan gantung itu segera mendapat perawatan, sebab besi-besinya adanya sudah putus di makan usia," tambahnya.
    
Namun proposal perbaikan itu belum ada realisasi dari Pemprov Kalsel, selaku pihak yang berwenang memperbaikinya.
    
"Selama saya tinggal di Desa Baringin A, saya belum pernah menyaksikan perbaikan atau pemeliharaan jembatan itu. Entahlah kalau saya kebetulan tidak melihat," ujarnya.
 
Pantauan BPost Online di lapangan, memang tampaknya ambruknya jembatan itu dipicu putusnya tali baja jembatan
   
"Tali baja utamanya putus, ini penyebab jembatan itu ambruk, ini buktinya," ucap warga memperlihatkan tali baja yang putus tersebut.

Seperti diberitakan, jembatan gantung Desa Baringin A dan B Kecamatan Margasari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan putus dan ambruk ke Sungai Margasari saat pergantian tahun, pukul 01.30 Wita, Selasa (1/1/2012).
    
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter yang merupakan jembatan kayu disangga besi itu ambruk ke Sungai Margasari lantaran tidak kuat menahan beban berlebih.

Pantauan BPost Online, Selasa siang di lokasi tim SAR Banjarbaru terus mencari korban yang masih hilang bernama Masitah (17) Murid MAN 3 Rantau.

Menurut Ketua RT 2 Desa Baringin A, Dayat, yang rumahnya berdekatan dengan jembatan yang ambruk itu, pada saat kejadian setidaknya ada 20 orang yang berada di atas jembatan. Selain itu ada 8 unit sepeda motor.
    
Mungkin karena beban berat itulah, jembatan kemudian putus, sehingga orang-orang dan kendaraan yang ada di atasnya tercebur ke sungai.

Dari sejumlah orang yang tercebur, sudah 18 orang berhasil selamat. Namun dua orang dinyatakan hilang.

Pada pukul 07.30 Wita, salah satu korban hilang Aisyah (45) ditemukan tewas, sedangkan Masitah masih dicari oleh Tim SAR.
    
Ada 4 unit perahu karet tim SAR yang digunakan mencari korban yang hilang tersebut, dibantu puluhan kelotok masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved