Deal di Internet Kencan di Mal

Beberapa hari lalu, negara ini digegerkan oleh jaringan prostitusi online yang dikelola warga Jabar. Ternyata, aksi serupa terjadi di Kalsel.

Editor: Syamsudin
MIRROR.CO.UK
Ilustrasdi Mall di China Tawarkan Rental Pacar Seharga Rp 6 Ribu per Jam 

BANJARMASIN, BPOST - Beberapa hari lalu, negara ini digegerkan oleh jaringan prostitusi online yang dikelola warga Jabar. Ternyata, aksi serupa terjadi di Kalsel.

Berdasar penelusuran BPost, ada sejumlah situs dan akun di jejaring sosial yang digunakan untuk menawarkan perempuan muda. Pengelolanya cukup canggih menyiasati pemblokiran yang dilakukan Kemeninfo terhadap situs yang dinilai mengandung muatan pornografi.

Meskipun tidak berbayar sebagaimana situs yang dikelola warga Jabar, pengguna prostitusi online ala Banua ini harus melewati jalan berbelit sebelum bisa mengaksesnya.

Mereka wajib menjadi member (anggota). Itu pun harus menggunakan jalur cukup panjang. Ada sandi dan kata-kata khusus yang digunakan untuk bisa ‘diterima’.

Dari kesemua itu, salah satu pintu masuk yang agak mudah diakses adalah akun Ce*** Bi**** Bi**** Banjarmasin di jejaring sosial Facebook. Setelah mendaftar di akun yang di-publish sejak 21 Mei 2012 itu, pengakses akan diarahkan ke forum salah satu situs. Hingga kemarin, sekitar 900 orang sudah menjadi member.

Di halaman awal situs itu, tidak ada gambar yang mencolok. Cuma ada satu foto perempuan berambut pirang. Selain itu ada sejumlah link ke situs pornografi lain, seperti http://173.199.***.*** dan http://prost***********.com. Juga ada alamat akun jejaring Twitter untuk komunitas penggemar prostitusi di Banjarmasin, http://twitter.com/VOC_****. Di sini, follower bisa saling berkomunikasi, termasuk berbagi informasi prostitusi.

Tidak hanya perempuan muda Banjarmasin yang ditawarkan di situs itu. Juga ada ‘kamar’ khusus untuk ‘tante girang’ mencari pria muda. ‘Kamar’ itu pun memiliki link ke situs http://tante******.com. Saat dimasuki, situs itu tidak memiliki security warning sehingga semua kalangan bisa mengaksesnya.

Pengakses cuma diminta menjadi member secara gratis. Syaratnya cukup mengisi data pada form yang sudah disediakan. Apabila syarat itu sudah dipenuhi, pengelola akan memberi kode verifikasi melalui e-mail yang didaftarkan.

Setelah proses verifikasi lancar, pengakses tinggal mengisi kolom pencarian. Di sini, BPost mengetik kata Banjarmasin. Tak perlu waktu lama, muncul halaman yang berisi posting-an para member yang bebas menawar dan menawarkan diri.

Koran ini berhasil menghubungi salah satu anggota. Dia mengaku berasal dari Tanjung, Tabalong yang baru lulus kuliah di Banjarmasin. Saat ini kos di kawasan Kayu Tangi.

“Saya begini karena perlu uang. Selain di online, saya bisa dihubungi melalui telepon dan BlackBerry,” kata dia.

Tak hanya perempuan, ada juga pria muda yang menjajakan diri di situs itu. Salah satunya bernama Perkasa (bukan nama sebenarnya). Dia mengaku beberapa kali mendapat order dari perempuan setengah baya.

“Setelah deal di internet, kami bertemu di mal. Biasanya makan bersama dulu, shopping lalu ke suatu tempat. Biasanya perempuan yang saya temani usianya 40 tahun ke atas,” ucapnya.

Perkasa mengaku cukup banyak laki-laki muda yang berprofesi sebagai gigolo seperti dirinya. Dia mengungkapkan banyak juga pengguna mereka.

“Miris juga sih. Tetapi kami sama-sama memerlukan. Yang terpenting saling menjaga kerahasiaan,” kata pria yang mematok tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1.500.000 per jam ini.

Di forum situs lain, ada persyaratan unik yang diberlakukan bagi anggota. Setiap anggota wajib memberi informasi tentang aktivitas prostitusi. Apabila selama 1x24 jam aktif, keanggotaannya akan dihapus.

Selain itu juga ada aturan yang menyatakan member harus menggunakan fitur private message atau visitor message jika hendak melakukan komunikasi pribadi.

Salah satu informasi yang ditawarkan di forum itu adalah ‘ayam kampus’ yang mematok tarif Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta untuk ‘short time’. (kur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved