Bukan Garis Pantat

SAYA sih punya garis tangan, tetapi sayangnya tidak punya garis pantat, kata seorang kawan yang gagal menduduki jabatan sambil tertawa.

Tayang:
Editor: Dheny Irwan Saputra

“Tetapi kerusakan birokrasi kita sudah sistemik. Orang baik pun, kalau sudah masuk ke dalam, bisa jadi jahat. Bagaimana menurut Anda?” tantang Eko.

Dengan berpura-pura pintar, saya mencoba menjawab, “Meski pengaruh lingkungan sangat besar, tanggung jawab moral pada dasarnya bersifat pribadi. Jika pribadinya kuat, ia akan tetap bertahan. Ikan di air laut tidak akan menjadi asin selama ia masih hidup.”

Alhasil, sebaik apapun aturan yang dibuat, pada akhirnya akan kembali kepada moralitas manusia yang menjalankannya. Hanya dengan daya tahan moral yang tegar, kita akan bisa memilih seorang pemimpin, bukan karena garis pantatnya, melainkan karena kemampuan dan prestasinya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved