Uje Minta Ibunda Ikhlas
USTADZ Soleh Mahmoed alias Solmed langsung terkejut saat asisten Ustadz Jeffry Al Buchori alias Uje, Taufik datang ke rumahnya, Kamis (25/4) tengah malam.
Ibunda Uje, Hj Tatu Mulyana, mengatakan anaknya masih meriang dan kecapekan saat kejadian. “Karena itu dia ke Kemang untuk refresing, bersama adik dan teman-temannya. Ngobrol sembari minum kopi. Dia sangat kelelahan makanya sakit,” kata Tatu yang pada ulang tahun ke-40 Uje, 12 April 2013 lalu memberi hadiah kue tar bergambar gitar. Sejak remaja, Uje memang gemar memainkan gitar.
Tatu pun mengungkapkan, sebelum mengalami kecelakaan, Uje meminta dirinya tidak menangis dan mengikhlaskan. “Dia bilang, umi jangan menangis, masih banyak air matanya. Kalau Uje, sudah habis. Tapi Umi pikir tidak secepat itu. Umi harus ikhlas,” ucapnya.
Ada kenangan lain yang ditinggalkan Uje untuk anak sulungnya, Adiba. Pekan lalu, siswi SMP itu diminta ayahnya ke toilet. “Kan Abi lagi sakit, pusing. Tiba-tiba aku disuruh ke toilet, katanya ada temannya. Aku masuk, tapi nggak ada apa-apa. Yang ada pantulan cahaya,” ujar dia.
Adiba kembali menemui Uje. Namun dia kembali disuruh masuk toilet. “Abi bilang, ada om yang suka menjaga Abi. Akhirnya aku kenalan saja, tapi nggak ada siapa-siapa,” kata Diba.
Helm Pecah
Kepala Satlantas Jakarta Selatan AKBP Hindarsono mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan sementara, Uje meninggal karena mengalami luka parah di bagian kiri wajah. Luka itu terjadi akibat benturan keras dengan aspal.
Hindarsono juga mengungkapkan pecahan kaca helm Uje masih ditemukan saat petugas ke lokasi kecelakaan. Namun helmnya belum ditemukan. “Kabarnya dibawa seorang bernama Dani Santoso yang berada di lokasi saat kejadian. Nanti kami minta keterangannya. Kemungkinan saat kejadian helmnya terlepas,” ucap dia.
Tindakan aneh dilakukan Kaspan. Di saat banyak orang sibuk membantu membawa Uje ke ambulans, dia justru mengumpulkan serpihan sepeda motor dan helm.
“Buat kenang-kenangan. Cerita kayak gini (kecelakaan figur terkenal) kan harus ada buktinya, biar bisa buat cerita,” kata dia.
Dapat apa saja? Kaspan mengaku memperoleh gagang kacamata sebelah kiri, serpihan sepeda motor nahas tersebut. “Dia bukan cuma idola, tetapi suri tuladan saya. Saya suka dari gaya bicaranya. Terus dia ngomongnya fakta, pengalamannya, dia kan pernah kena narkoba, tapi bisa bangkit lagi. Itu kan hebat,” kata pria yang tinggal di Cengkareng, Jakarta ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini dari situs kawasaki-motor.co.id, sepeda motor Kawasaki ER-6N bertenaga 650 cc yang ditunggangi Uje seharga Rp 102.500.000 untuk wilayah pemasaran Jabodetabek.
Sepeda motor itu didesain bagi pecinta moge, dengan power, akselarasi, balance, riding position nyaman, bobot ringan dan body street fighter aerodinamis. (tribunnews/kps)