Uje Minta Ibunda Ikhlas
USTADZ Soleh Mahmoed alias Solmed langsung terkejut saat asisten Ustadz Jeffry Al Buchori alias Uje, Taufik datang ke rumahnya, Kamis (25/4) tengah malam.
Taufik mengatakan Uje dalam perjalanan dari rumah di kawasan Bintaro, Tangerang, Banten menuju Kemang, Jakarta, untuk ngopi bersama adik dan dua temannya sekaligus membicarakan kegiatan ramadan. Dia pun mengatakan Uje mengendarai sepeda motor gede (moge) Kawazaki ER-6N bernomor polisi B 3590 SGQ.
Mendengar itu, Solmed langsung meminta Taufik menyusul dan meminta Uje tidak mengendarai sepeda motor karena baru sakit. Taufik pun langsung pergi. Tidak beberapa lama, Taufik menelepon Solmed dan mengatakan Uje tetap ingin mengendarai moge-nya pulang ke rumah.
“Saya tahu Uje jago naik sepeda motor tetapi dia sedang kurang sehat,” ujar Solmed.
Entah ada keterkaitan atau tidak, yang dikhawatirkan Solmed terjadi. Uje tewas dalam kecelakaan tunggal. Sepeda motornya menyerempet trotoar lalu menabrak pohon palem secara keras. Uje pun terpental sejauh tiga hingga empat meter.
Nahas, helm setengah wajah yang digunakannya diduga lepas sehingga kepala terutama bagian kiri membentur benda keras saat ‘mendarat’. Sempat dirawat selama 30 menit di RS Pondok Indah, penulis kolom Ramadan di BPost selama empat tahun terakhir itu, mengembuskan napas terakhir,
Jumat (26/4) sekitar pukul 02.30 Wita. “Wajahnya bercahaya. Dia juga tersenyum,” ucap Solmed.
Setelah disalatkan di Masjid Istiqlal, Uje yang baru berusia 40 tahun dimakamkan kompleks makam keluarga di TPU Karet Bivak, Jakarta. Dia dimakamkan dalam satu liang dengan makam sang ayah. Prosesi pemakaman diikuti belasan ribu orang.
Uje boleh dikatakan sebagai pioner ustadz gaul atau ustadz seleb baik secara penampilan, materi dakwah dan pergaulan. Bahkan, gaya berpakaiannya pun kerap ditiru masyarakat. Bapak empat anak itu nyaris tiap hari berceramah baik secara langsung di depan masyarakat maupun melalui media. Dia juga mudah dihubungi oleh siapa pun.
Rabu (24/4), Uje mengejutkan banyak kalangan. Dia mengirim broadcast BlackBerry Messenger yang menyatakan tidak akan lagi menggunakan handphone dan BlackBerry. “Assalamualaikum, mulai hari ini saya nggak lagi pake nomor HP dan BBM ini. Sekali lagi maaf lahir batin, pasti banyak salahnya. Wassalam...,” tulisnya.
Tak hanya itu, kepada sang adik, Deki Fajar Siddiq, pria yang juga pesinetron dan penyanyi itu mengatakan ingin berhenti berceramah. “Sudah capek katanya. Rencananya berceramah di Hongkong pun dibatallkan. Dia juga berencana umrah, tetapi....,” kata Fajar.
Sebelumnya, pada 13 April 2013 atau sehari setelah berulang tahun, dia menulis di akun twitter-nya: Pada akhirnya... Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd ‘DIA’ pastinya.. Bismi_KAAllahumma ahya wa amuut.
Doa terakhir dalam tweet itu bisa saja dimaknai sebagai doa sebelum seorang Muslim tidur. Tapi, terjemahan doa itu adalah, “Dengan nama-Mu ya Allah hidup dan matiku.”
Uje meninggalkan istri, Pipik Dian Irawati Popon dan empat anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro, dan Daud Baurah. Mereka masih remaja dan balita (bawah lima tahun).
Air mata terus membasahi wajah Pipik ketika jenazah dibawa masuk Masjid Istiqlal. “Tungguin umi, Abi.... Tungguin umi, Abi...,” ucap Pipik berulang-kali. Abi adalah sapaan sayang Pipik pada Uje.
Dalam tangisnya, Pipik mengatakan sempat menyuapi Uje sebelum kecelakaan maut tersebut.“Abi, kenapa secepat ini? Kemarin masih bercanda. Semalam aku suapin, dia juga minta dibeliin kue. Dokternya pada jahat, kenapa dibawa ke kamar jenazah. Abi itu pingsan belum meninggal,” kata Pipik yang sebelum dan sesudah pemakaman, berulang kali pingsan.
Ibunda Uje, Hj Tatu Mulyana, mengatakan anaknya masih meriang dan kecapekan saat kejadian. “Karena itu dia ke Kemang untuk refresing, bersama adik dan teman-temannya. Ngobrol sembari minum kopi. Dia sangat kelelahan makanya sakit,” kata Tatu yang pada ulang tahun ke-40 Uje, 12 April 2013 lalu memberi hadiah kue tar bergambar gitar. Sejak remaja, Uje memang gemar memainkan gitar.
Tatu pun mengungkapkan, sebelum mengalami kecelakaan, Uje meminta dirinya tidak menangis dan mengikhlaskan. “Dia bilang, umi jangan menangis, masih banyak air matanya. Kalau Uje, sudah habis. Tapi Umi pikir tidak secepat itu. Umi harus ikhlas,” ucapnya.
Ada kenangan lain yang ditinggalkan Uje untuk anak sulungnya, Adiba. Pekan lalu, siswi SMP itu diminta ayahnya ke toilet. “Kan Abi lagi sakit, pusing. Tiba-tiba aku disuruh ke toilet, katanya ada temannya. Aku masuk, tapi nggak ada apa-apa. Yang ada pantulan cahaya,” ujar dia.
Adiba kembali menemui Uje. Namun dia kembali disuruh masuk toilet. “Abi bilang, ada om yang suka menjaga Abi. Akhirnya aku kenalan saja, tapi nggak ada siapa-siapa,” kata Diba.
Helm Pecah
Kepala Satlantas Jakarta Selatan AKBP Hindarsono mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan sementara, Uje meninggal karena mengalami luka parah di bagian kiri wajah. Luka itu terjadi akibat benturan keras dengan aspal.
Hindarsono juga mengungkapkan pecahan kaca helm Uje masih ditemukan saat petugas ke lokasi kecelakaan. Namun helmnya belum ditemukan. “Kabarnya dibawa seorang bernama Dani Santoso yang berada di lokasi saat kejadian. Nanti kami minta keterangannya. Kemungkinan saat kejadian helmnya terlepas,” ucap dia.
Tindakan aneh dilakukan Kaspan. Di saat banyak orang sibuk membantu membawa Uje ke ambulans, dia justru mengumpulkan serpihan sepeda motor dan helm.
“Buat kenang-kenangan. Cerita kayak gini (kecelakaan figur terkenal) kan harus ada buktinya, biar bisa buat cerita,” kata dia.
Dapat apa saja? Kaspan mengaku memperoleh gagang kacamata sebelah kiri, serpihan sepeda motor nahas tersebut. “Dia bukan cuma idola, tetapi suri tuladan saya. Saya suka dari gaya bicaranya. Terus dia ngomongnya fakta, pengalamannya, dia kan pernah kena narkoba, tapi bisa bangkit lagi. Itu kan hebat,” kata pria yang tinggal di Cengkareng, Jakarta ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini dari situs kawasaki-motor.co.id, sepeda motor Kawasaki ER-6N bertenaga 650 cc yang ditunggangi Uje seharga Rp 102.500.000 untuk wilayah pemasaran Jabodetabek.
Sepeda motor itu didesain bagi pecinta moge, dengan power, akselarasi, balance, riding position nyaman, bobot ringan dan body street fighter aerodinamis. (tribunnews/kps)