Yani Kaget Biaya PAUD Rp 6 Juta
Anda memiliki anak yang sudah memenuhi syarat untuk mengenyam pendidikan usia dini. Banyak lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman
Editor:
Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anda memiliki anak yang sudah memenuhi syarat untuk mengenyam pendidikan usia dini. Banyak lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di provinsi ini. Namun, tidak sedikit yang mematok biaya pendaftaran dan uang pangkal hingga jutaan rupiah. Tidak kalah dengan SD, SMP bahkan SMA.
Memang, PAUD/TK yang berbiaya mahal itu menawarkan beragam pelayanan dan kualitas lebih baik. Namun, bagi orangtua murid yang tidak mampu, tentunya tidak bisa menyekolahkan anaknya ke sana. Harapan agar sang anak mendapat pendidikan dini yang berkualitas dengan biaya murah, menjadi sekadar mimpi.
Salah seorang warga Banjarmasin yang mengalami nasib itu adalah Yani. Warga kawasan Jalan Gatot Soebroto itu, bingung mencairkan PAUD untuk putrinya, Aira. Kendalanya, biaya yang harus dipenuhi cukup mahal. "Saya baru tahu, kalau biaya sekolah di PAUD ternyata mahal. Uang pangkalnya sama seperti masuk SMA, bahkan lebih. SPP-nya apalagi," ujar dia kepada BPost, kemarin.
Berdasar informasi yang dikumpulkan koran ini, ada beberapa PAUD/TK terutama berstatus swasta yang biaya pendaftarannya cukup mahal. Satu di antaranya adalah TK Islam Sabilal Muhtadin. Untuk menjadi murid di sekolah ini, orangtuanya harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Perinciannya, uang pangkal Rp 1,5 juta, uang seragam Rp 1 juta, uang bangunan Rp 4,5 juta untuk kelas toddler (balita), Rp 4 juta untuk kelompok bermain, serta Rp 3,5 juta untuk TK A dan B.
Saat dihubungi, Kepala TK Islam Sabilal Muhtadin, Martini mengatakan besaran biaya tersebut sudah ditentukan lembaga. “Kami hanya pelaksana,” tegas dia.
Namun, ucap Martini, bagi orangtua kurang mampu, bisa mengajukan keringanan pembayaran atau mengangsur. “Saat ini semua kelas sudah terisi. Kami membuka pendaftaran sejak Januari 2013, dalam dua gelombang. Tahun ini buka toddler, kemudian kelompok bermain sebanyak empat kelompok. Satu kelompok terdiri atas 12 murid dan satu guru," kata Martini.
Biaya cukup mahal juga dipatok pengelola TK Islam Terpadu Ukhuwah. Murid baru harus menbayar Rp 5.925.000. Perinciannya, uang pengembangan Rp 4 juta, uang pendidikan Rp 700 ribu, uang perlengkapan Rp 600 ribu, SPP sebulan Rp 325 ribu, uang konsumsi sebulan Rp 100 ribu, dan uang perpustakaan 200 ribu. Namun biaya itu bisa diangsur sebanyak enam kiali. Selain itu, biaya itu dikembalikan 100 persen jika mengundurkan diri.
Seperti TK Islam Sabilal Muhtadin, pendaftaran di TK Islam Terpadu Ukhuwah juga sudah ditutup. “Hanya dalam waktu seminggu, lima kelas untuk 120 murid, sudah terisi,” kata Kepala TK Islam Terpadu Ukhuwah, Dewi Sartika.
Dewi menolak lembaga pendidikannya dikatakan favorit. Pasalnya, ada tidaknya murid, tergantung animo masyarakat. Selama ini alasan yang paling mengemuka dari orangtua murid adalah keinginan agar anaknya bisa salat dan mengaji sejak dini. "Orangtua inginnya anak mereka mendapatkan pendidikan agama, selain ilmu pengetahuan," tegas dia.
Kondisi serupa terjadi di PAUD Terpadu Joyce, Banjarmasin. Biaya pendaftaran untuk PAUD mencapai Rp 6 juta yang antara lain mencakup biaya makan selama satu tahun dan SPP satu bulan. Sementara SPP untuk tingkat TK sebesar Rp 400 ribu per bulan, kelompok bermain Rp 375 ribu/bulan dan tempat penitipan anak SPP Rp 300 ribu setiap bulan. Khusus bagi warga sekitar sekolah, ada ‘diskon’ khusus.
Sedangkan berdasar brosur PAUD/TK Mawaddah, biaya pendaftarannya sebesar Rp 150 ribu, infak bangunan Rp 4 juta, SPP Rp 230 ribu per bulan, uang makan Rp 175 ribu tiap bulan, seragam sekolah tiga setel Rp 500 ribu dan iuran komite Rp 150 ribu per tahun.
Tertulis pula infak pendidikan bisa diangsur selama tiga kali. Sementara fasilitas yang diberikan antara lain perbandingan guru dan siswa yang memadai, permainan edukatif, makan siang, fasilitas outbound khusus anak usia dini.
Bagaimana dengan sekolah negeri? Ada juga yang mematok biaya hingga jutaan rupiah. Seperti di TK Negeri Pembina. Murid baru diwajibkan membayar Rp 1.050.000 untuk uang pembangunan, SPP, enam setel seragam dan biaya makan.
“Sebagai sekolah negeri, tentu ada batasan pemberlakuan uang pangkal. Kalau tidak mampu juga dibebaskan. Pertimbangannya, sekolah ini untuk semua kalangan masyarakat,” kata Kepala TK Negeri Pembina, Krisna Ruhani Noor.
Meski berbiaya lebih murah, Krisna menegaskan kualitas pendidikannya tetap teruji. Sebanyak 10 siswa dibimbing satu guru. Murid juga tidak dipaksa belajar menggunakan banyak buku pegangan. Tetapi menjadi permainan sebagai ajang pembelajaran. “Kami masih membuka pendaftaran hingga Juli 2013. Sudah ada 50 murid yang terdaftar. Masih tersisa untuk 15 murid,” ucap dia.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Nor Ipansyah mengatakan uang pangkal untuk PAUD/TK diperkenannya dengan catatan sesuai dengan standar kemampuan orangtua murid. Berbeda dengan SD yang tidak diperbolehkan karena ada dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Kami mengimbau kepada pengelola sekolah swasta, jangan terlalu memberatkan orangtua siswa. Ya sesuai dengan kewajaran," katanya. (dia/has)
Memang, PAUD/TK yang berbiaya mahal itu menawarkan beragam pelayanan dan kualitas lebih baik. Namun, bagi orangtua murid yang tidak mampu, tentunya tidak bisa menyekolahkan anaknya ke sana. Harapan agar sang anak mendapat pendidikan dini yang berkualitas dengan biaya murah, menjadi sekadar mimpi.
Salah seorang warga Banjarmasin yang mengalami nasib itu adalah Yani. Warga kawasan Jalan Gatot Soebroto itu, bingung mencairkan PAUD untuk putrinya, Aira. Kendalanya, biaya yang harus dipenuhi cukup mahal. "Saya baru tahu, kalau biaya sekolah di PAUD ternyata mahal. Uang pangkalnya sama seperti masuk SMA, bahkan lebih. SPP-nya apalagi," ujar dia kepada BPost, kemarin.
Berdasar informasi yang dikumpulkan koran ini, ada beberapa PAUD/TK terutama berstatus swasta yang biaya pendaftarannya cukup mahal. Satu di antaranya adalah TK Islam Sabilal Muhtadin. Untuk menjadi murid di sekolah ini, orangtuanya harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Perinciannya, uang pangkal Rp 1,5 juta, uang seragam Rp 1 juta, uang bangunan Rp 4,5 juta untuk kelas toddler (balita), Rp 4 juta untuk kelompok bermain, serta Rp 3,5 juta untuk TK A dan B.
Saat dihubungi, Kepala TK Islam Sabilal Muhtadin, Martini mengatakan besaran biaya tersebut sudah ditentukan lembaga. “Kami hanya pelaksana,” tegas dia.
Namun, ucap Martini, bagi orangtua kurang mampu, bisa mengajukan keringanan pembayaran atau mengangsur. “Saat ini semua kelas sudah terisi. Kami membuka pendaftaran sejak Januari 2013, dalam dua gelombang. Tahun ini buka toddler, kemudian kelompok bermain sebanyak empat kelompok. Satu kelompok terdiri atas 12 murid dan satu guru," kata Martini.
Biaya cukup mahal juga dipatok pengelola TK Islam Terpadu Ukhuwah. Murid baru harus menbayar Rp 5.925.000. Perinciannya, uang pengembangan Rp 4 juta, uang pendidikan Rp 700 ribu, uang perlengkapan Rp 600 ribu, SPP sebulan Rp 325 ribu, uang konsumsi sebulan Rp 100 ribu, dan uang perpustakaan 200 ribu. Namun biaya itu bisa diangsur sebanyak enam kiali. Selain itu, biaya itu dikembalikan 100 persen jika mengundurkan diri.
Seperti TK Islam Sabilal Muhtadin, pendaftaran di TK Islam Terpadu Ukhuwah juga sudah ditutup. “Hanya dalam waktu seminggu, lima kelas untuk 120 murid, sudah terisi,” kata Kepala TK Islam Terpadu Ukhuwah, Dewi Sartika.
Dewi menolak lembaga pendidikannya dikatakan favorit. Pasalnya, ada tidaknya murid, tergantung animo masyarakat. Selama ini alasan yang paling mengemuka dari orangtua murid adalah keinginan agar anaknya bisa salat dan mengaji sejak dini. "Orangtua inginnya anak mereka mendapatkan pendidikan agama, selain ilmu pengetahuan," tegas dia.
Kondisi serupa terjadi di PAUD Terpadu Joyce, Banjarmasin. Biaya pendaftaran untuk PAUD mencapai Rp 6 juta yang antara lain mencakup biaya makan selama satu tahun dan SPP satu bulan. Sementara SPP untuk tingkat TK sebesar Rp 400 ribu per bulan, kelompok bermain Rp 375 ribu/bulan dan tempat penitipan anak SPP Rp 300 ribu setiap bulan. Khusus bagi warga sekitar sekolah, ada ‘diskon’ khusus.
Sedangkan berdasar brosur PAUD/TK Mawaddah, biaya pendaftarannya sebesar Rp 150 ribu, infak bangunan Rp 4 juta, SPP Rp 230 ribu per bulan, uang makan Rp 175 ribu tiap bulan, seragam sekolah tiga setel Rp 500 ribu dan iuran komite Rp 150 ribu per tahun.
Tertulis pula infak pendidikan bisa diangsur selama tiga kali. Sementara fasilitas yang diberikan antara lain perbandingan guru dan siswa yang memadai, permainan edukatif, makan siang, fasilitas outbound khusus anak usia dini.
Bagaimana dengan sekolah negeri? Ada juga yang mematok biaya hingga jutaan rupiah. Seperti di TK Negeri Pembina. Murid baru diwajibkan membayar Rp 1.050.000 untuk uang pembangunan, SPP, enam setel seragam dan biaya makan.
“Sebagai sekolah negeri, tentu ada batasan pemberlakuan uang pangkal. Kalau tidak mampu juga dibebaskan. Pertimbangannya, sekolah ini untuk semua kalangan masyarakat,” kata Kepala TK Negeri Pembina, Krisna Ruhani Noor.
Meski berbiaya lebih murah, Krisna menegaskan kualitas pendidikannya tetap teruji. Sebanyak 10 siswa dibimbing satu guru. Murid juga tidak dipaksa belajar menggunakan banyak buku pegangan. Tetapi menjadi permainan sebagai ajang pembelajaran. “Kami masih membuka pendaftaran hingga Juli 2013. Sudah ada 50 murid yang terdaftar. Masih tersisa untuk 15 murid,” ucap dia.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Nor Ipansyah mengatakan uang pangkal untuk PAUD/TK diperkenannya dengan catatan sesuai dengan standar kemampuan orangtua murid. Berbeda dengan SD yang tidak diperbolehkan karena ada dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Kami mengimbau kepada pengelola sekolah swasta, jangan terlalu memberatkan orangtua siswa. Ya sesuai dengan kewajaran," katanya. (dia/has)