Menang, Sayang Gagal ke Final

MARTAPURA FC (MFC) menang secara dramatis atas Persida Sidoarjo dalam partai terakhir

Tayang:
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID - MARTAPURA FC (MFC) menang secara dramatis atas Persida Sidoarjo dalam partai terakhir Grup XVIII Babak 8 Besar Divisi I Liga Indonesia 2013, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (13/11) malam.

Sempat tertinggal 0-1, MFC akhirnya mampu mengunci skor 3-2. Sayang kemenangan itu jadi tak begitu berarti karena di partandingan lain yang digelar di Stadion Lebak Bulus, Persinga Ngawi menang besar 5-1 atas Persigubin Gunung Bintang (Papua). Alhasil,  Persinga mengumpulkan 7 angka dari tiga laga, sedangkan Laskar Sulthan Adam mengoleksi 6 poin.

Dengan demikian, Persinga berhak ke final, berhadapan lawan juara Grup XVII, yakni PS Kwarta asal Deli Serdang, Sumatera Utara. Partai puncak dijadwalkan Badan Liga Amatir Indonesia pada Minggu, 17 November 2013 di Stadion Singaperbangsa di Karawang.

Berdasar laporan wartawan Metro Banjar, Frans Rumbon dari Jakarta, laga MFC kontra Persida terpaksa diundur dari pukul 16.30 Wita ke pukul 20.00 Wita. Penyebabnya hujan tak kunjung reda. Selain itu, air yang menggenangi Lapangan Kopassus di Cijantung, membuat penyelenggara terpaksa memindahkan arena laga ke GOR Ciracas.

Dan karena ini partai penentuan, laga Persinga versus Persigubin mau tak mau ikut diundur.  Entah terpengaruh faktor itu atau hal lain, anak-anak MFC sempat tertinggal di babak pertama. Bek Erwin Guttawa dianggap wasit melakukan pelanggaran di kotak 16 meter, sehingga Persida berhak dapat hadiah tendangan penalti. Moch Aris yang jadi eksekutor sukses menjebol gawang yang dikawal kiper Ali Budi Raharjo pada menit ke-36.

Tak ingin tertinggal lebih jauh yang artinya juga menjauhkan dari harapan ke final, skuat MFC bangkit di babak kedua. Terus diserang, membuat para pemain belakang Persida panik. Akibatnya salah satunya melakukan handsball.

Wasit pun secara tegas menunjuk titik putih pada menit ke-56. Kapten Andrey Djoko yang menjadi algojo tendangan penalti itu berhasil mengecoh kiper Dian Piere membuat skor menjadi imbang, 1-1. Gol itu bukan saja membangkitkan semangat  MFC yang mengenakan kostum abu-abu, tetapi juga membuat lawan terbebani.

Kondisi itu mampu dimanfaatkan striker mungil Aidil Bogel. Pemain bernomor punggung itu membawa tim asuhan trio pelatih Frans Sinatra, Abunawas dan Taufik, berbalik unggul 2-1 pada menit ke-79.

Tetapi rupanya Persida belum menyerah. Malah tak berapa lama mereka mampu menyeimbangkan kedudukan menjadi 2-2, melalui Moch Choirun pada menit ke-86. Dan skor sama kuat itu sepertinya menjadi hasil akhir laga. Sampai akhirnya membuat MFC menang 3-2, berkat gol Jordy Kustiawan di masa injury.

"Anak‑anak berjuang dengan sangat maksimal pada hari ini. Kami sempat ketinggalan namun selalu berhasil membalikkan keadaan," ujar pelatih kepala Martapura FC, Frans Sinatra Huwae.

Disinggung mengenai timnya yang kandas melaju ke partai final, Frans mengatakan yang penting timnya sudah berusaha untuk maksimal.

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved