Syamsiar Dikenal Sangat Aktif Menulis
SOSOK Syamsiar Seman lebih dikenal sebagai Budayawan Banjar. Selama ini, almarhum memang dikenal sebagai penulis buku-buku
BANJARMASINPOST.CO.ID - SOSOK Syamsiar Seman lebih dikenal sebagai Budayawan Banjar. Selama ini, almarhum memang dikenal sebagai penulis buku-buku tentang sejarah dan kebudayaan Banjar.
Almarhum akan dimakamkan sore ini di alkah di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar. Sebelum dimakamkan, almarhum bakal disalatkan di Langgar Babul Khair, dekat rumah duka usai Salat Zuhur.
Almarhum meninggal dunia di usia 77 tahun. Dia dilahirkan di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada 1 April 1936.
Almarhum dikenal sebagai salah satu budayawan senior Kalsel. Karena kiprahnya di bidang pelestarian kebudayaan Banjar melalui penelitian dan tulisan-tulisannya, beberapa tahun lalu dinobatkan sebagai Datuk Mangku Adat Kesultanan Banjar oleh Raja Muda Kesultanan Banjar, Khairul Saleh.
Dia tak hanya banyak menuliskan buku tentang kebudayaan Banjar, namun juga tokoh-tokoh dari Banjar seperti Pangeran Antasari, Hassan Basry serta cerita-cerita rakyat Kalimantan Selatan.
Di antara karyanya adalah Pangeran Antasari dan Meletusnya Perang Banjar, Perkawinan Adat Banjar Kalimantan Selatan, Paribahasa Urang Banjar, Permainan Tradisional Orang Banjar, Hassan Basry Pahlawan Nasional, Kisah Diyang Ingsun dan Raden Pengantin, Arsitektur Tradisional Banjar Kalimantan Selatan, dan sebagainya.
Almarhum yang semasa hidupnya dipercaya menjadi konsultan pembangunan rumah dinas wakil gubernur Kalsel dan kantor gubernur Kalsel di Banjarbaru ini.
Untuk cerita rakyat, misalnya, Syamsiar telah menghasilkan lebih dari 12 judul buku. Terkait dengan pantun dan peribahasa Banjar, ada tiga buku.
Selain itu, ia juga membuat tiga jilid buku Lancar Basa Banjar yang menjadi buku pegangan sekolah dasar di Kalsel. Masih ada lagi tiga buku karya Syamsiar tentang Islam dan budaya Banjar.
Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Ngadimun mengatakan, dia pribadi beserta lingkungan Dinas Pendidikan di Kalsel merasa kehilangan atas berpulangnya budayawan yang jadi panutan masyarakat Kalsel.
Syamsiar memang aktif sebagai penulis. Di antaranya; menulis puisi, cerita pendek dan artikel tentang seni budaya daerah, antara lain dimuat pada majalah Jakarta, Pancawarna (1955), Ipphos Report (1956), Indonesia (1957-1958), Sinar Islam (1957-1958), Konfrontasi (1960), Varia (1962-1963), Bina Sejahtera (1975-1986), Monitor (1981-1982), Warnasari (1981-1982); Majalah di Bandung, Pusparagam (1955-1958), Berita Minggu (1959); Majalah di Medan, Tifa (1955), Suara Pemuda (1956-1957); Majalah di Yogyakarta, Minggu Pagi (1962-1963), Pesat (1962-1963); Majalah di Surabaya, Tanah Air (1961-1962), Pembina (1962-1963) dan pada beberapa surat kabar lainnya.
Adapun anugerah yang didapat, Piagam dan Hadiah Seni dari Gubernur Kalsel 1977, dalam Sastra Daerah Banjar. Menjabat sekretaris Dewan Kesenian Daerah Kalsel (1971-1977), Ketua Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia Kalsel (1978-1980), anggota Pengurus DPD KNPI Kalsel (1979-1982), Anggota Majelis Pertimbangan Seniman Dewan Kesenian Daerah Kalsel (1994-sekarang), anggota Lembaga Budaya Banjar Kalsel (1944-sekarang).
Syamsiar juga aktif mengasuh Ruang Seni Budaya daerah RRI Nusantara III Banjarmasin (1977-1988). Pemenang I Sayembara Nasional Cipta Lagu Mars Tantri Kencana Jakarta (1978), Penulis buku tentang Masalah Keluarga Berencana dan Kependudukan, Arsitektur Daerah Banjar dan Cerita Rakyat Kalimantan Selatan, antara lain buku Beberapa masalah tentang Keluarga Berencana (1997), Taman si Muslim (Djambatan Jakarta) 1978, Rumah Adat Banjar (Depdikbud Jakarta) 1982, Andi-Andi Urang Banjar, 1997.
Sebagai pemakalah masalah-masalah Budaya Daerah Banjar, antara lain pada Seminar Arsitektur Tradisional Kalimantan Selatan 1983, Kuliah Kerja Lapangan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang 1993, Third Biennial International Conference (The Borneo Research Council) Pontianak 1994, Survey Rumah Adat Banjar bagi Program Magister Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung 1996. (ath/has/net)