Puluhan Lokasi Tambang Pasir Ilegal Jadi Danau

Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, harus kembali melakukan inventarisasi

Puluhan Lokasi Tambang Pasir Ilegal Jadi Danau
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Salah satu lokasi bekas galian pasir di Jalan Lingkar Luar Palangkaraya yang kini menjadi danau, karena tidak ada reklamasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, harus kembali melakukan inventarisasi kerusakan lahan akibat maraknya penggalian pasir secara ilegal.

Secara diam-diam, para pemilik lahan yang di dalamnya terdapat potensi pasir seenaknya melakukan penggalian pasir tanpa mengantongi izin dari Dinas Pertambangan dan Energi Pemko Palangkaraya.

Puluhan lokasi bekas tambang pasir ilegal tampak di  beberapa lokasi seperti di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Rakumpit, Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Jekanraya.

Pantauan BPost Online, Jumat (22/11/2013) di Kelurahan Berengbengkel, kawasan Jalan Lingkar luar, di Jalan Tjilik Riwut arah Palangkaraya- Banjarmasin maupun arah Palangkaraya- Kasongan, terdapat puluhan bekas galian pasir yang sudah menjadi danau.

Lokasi tersebut tidak direklamasi oleh pemilik lahan yang hanya menjual pasirnya kepada pihak lain.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemko Palangkaraya, Berthie Benyamin, tidak menampik banyaknya pemilik lahan yang seenaknya menggali tanpa meminta izin.

"Ada lokasi tertentu memang yang ditoleransi untuk digali demi kebutuhan pembangunan di Kota Palangkaraya, tetapi banyak juga lokasi terlarang yang ternyata di gali," katanya.

Oleh sebab itu, sebut dia, pihaknya bersama Satpol PP kerap melakukan operasi penertiban, sehingga lokasi penambangan pasir ilegal langsung di tutup dengan garis polisi.

"Kami terus saja melakukan penertiban, tetapi kadang mereka diam-diam kembali beroperasi, kami berharap semua pihak turut mengawasi," katanya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved