Biaya Rp 140 Triliun Hadiah Rp 6,8 Triliun
Pengundian grup Piala Dunia 2014 sudah dilakukan, Sabtu (7/12) dinihari.
BANJARMASINPOST.CO.ID, RIO DE JANEIRO - Pengundian grup Piala Dunia 2014 sudah dilakukan, Sabtu (7/12/2013) dinihari. Pengundian dengan sistem pot unggulan dan zona geografis, menciptakan grup neraka. Semua laga memang bakal berat, sebanyak biaya penyelenggaraan dan sebesar hadiah bagi juara.
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyediakan hadiah yang menggiurkan bagi para kontestan Piala Dunia di Brasil, Juni 2014 mendatang. Menurut Sekretaris Umum FIFA, Jerome Valcke, yang mengungkapkan keputusan komite finansial FIFA, total uang yang bakal digelontorkan adalah 576 juta dolar AS (sekitar Rp 6,8 triliun), meningkat dibandingkan Piala Dunia 2010 yang berjumlah 420 juta dolar AS (sekitar Rp 4,2 triliun).
Nah, juara turnamen empat tahunan ini akan menerima 35 juta dolar AS (sekitar Rp 420 miliar). Ini tentu saja meningkat dibanding perhelatan sebelumnya pada 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Spanyol yang menjadi jawara mendapatkan 31 juta dolar AS (sekitar Rp 358 miliar).
Juara kedua juga masih bisa pulang dengan kepala tegak. Valcke memberikan indikasi bahwa runner-up akan membawa pulang 25 juta dolar AS (sekitar Rp 298). Sementara tim yang finish di peringkat ketiga akan mendapatkan 22 juta dolar AS (sekitar Rp 262 miliar) dan peringkat keempat berhak mengantongi 20 juta dolar AS (sekitar Rp 234 miliar).
Tak hanya itu, negara yang lolos ke fase knock-out alias babak 16 besar dijamin memperoleh minimal 8 juta dolar AS (sekitar Rp 95 miliar).
Tentunya semua tim berharap mampu lolos dari fase grup. Beruntunglah yang bersaing dengan tim berkualitas sepadan atau lebih rendah. Sebaliknya, akanlah berat bagi penghuni ‘grup neraka’ karena ada tim-tim besar yang harus saling bunuh di babak penyisihan.
Melihat hasil drawing, publik penggemar sepak bola dunia tentu tidak bisa melepaskan perhatian ke Grup D. Di sana terdapat tiga tim juara dunia, di mana satu dari mereka sudah pasti langsung tersingkir di fase ini.
Ya, grup tersebut dihuni Uruguay, Italia, Inggris dan Kosta Rika. Uruguay sudah dua kali menggenggam trofi paling bergengsi ini, sementara Italia telah empat kali menjadi juara dan Inggris satu kali ketika menjadi tuan rumah pada 1966.
Tanpa mengecilkan peluang Kosta Rika, tampaknya tiket menuju fase knock-out alias babak perempat final akan dimiliki dua dari tiga negara yang pernah menjadi juara.
Uruguay punya peluang besar karena turnamen ini dihelat di Amerika Selatan yang mencatat sejarah tidak ada negara di luar benua Amerika yang menjadi juara di sana. Bahkan Uruguay punya kenangan bagus di Brasil ketika menjadi juara untuk kedua kalinya pada 1950.
Keberhasilan Uruguay mengalahkan tim Samba di final pada tahun itu membuat legenda sepak bola dunia, Pele tak bisa melupakan kenangan buruk tersebut.
“Saya pikir kami akan mencapai final. Saya selalu ingat ayahku menangis setelah kami kalah dari Uruguay pada 1950, sehingga saya tidak ingin anak-anakku melihat saya menangis! Saya berharap kami akan menang!” kata Pele.
Grup B juga tak kalah mengerikan. Spanyol yang merupakan juara bertahantak bisa menghindar dari kenyataan bahwa mereka juga masuk ke ‘grup neraka’ lantaran bukan cumaBelanda yang siap ‘meneror’, tetapi tim Amerika Latin, Cile, serta wakil Asia, Australia, siap menjadi batu sandungan.
Semua pasti masih ingat laga sengit antara Spanyol dan Belanda pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Gaya tiki-taka El Matador tak leluasa menghadapi total football ala De Oranje, karena penguasaan bola kedua tim nyaris sama. Padahal saat melawan negara lain, Spanyol sangat dominan dalam ball possession.
Beruntung bagi Spanyol karena memiliki pemain sekelas Andreas Iniesta. Gelandang klub Barcelona ini menjadi penentu kesuksesan Spanyol untuk kali pertama menyabet gelar Piala Dunia lewat golnya menjelang laga usai sehingga La Furia Roja menang 1-0. Kemenangan Spanyol itu sekaligus menunda mimpi Belanda meraih gelar pertamanya meski sudah tiga kali maju ke final.
Cile pun tak bisa dipandang sebelah mata karena Spanyol cukup kesulitan ketika mereka bertemu di fase grup Piala Dunia 2010. Waktu itu Spanyol memang jadi pemenang, tetapi gol itu terjadi karena kesalahan penjaga gawang lawan yang meninggalkan ‘sarang’ sehingga David Villa bisa melepaskan tendangan dari tengah lapangan. Selain itu Cile juga harus bermain dengan 10 orang.