2 Truk Gencet Raji

Tahun baru 2014 yang tinggal 10 hari, tak sempat dijalani oleh Raji (36).

Tayang:
Penulis: Man Hidayat | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tahun baru 2014 yang tinggal 10 hari, tak sempat dijalani oleh Raji (36). Lelaki itu tewas mengenaskan dalam satu insiden tabrakan truk lawan truk di Jalan A Yani arah Pelaihari,  Lianganggang, Banjarbaru, Jumat (20/12) tengah malam sekitar pukul 23.40 Wita. Selain Raji, ada dua korban lain yang  mengalami cedera berat. Hadi patah kaki kiri dan Misran terluka parah.
   
Informasi dihimpun Metro di lapangan dan kepolisian, malam itu Misran mengemudikan mobil truk bernopol DA 9073 TL milik sebuah perusahaan air minum. Dia meluncur dari arah Bati-bati menuju Banjarmasin.
   
Di kawasan Pengayuan, Lianganggang, Banjarbaru, mobil itu mendadak mogok. Misran lalu menyalakan lampu sen sebagai penanda sedang berhenti di tengah jalan itu.
   
Tak terasa sekitar 30 menit Misran berusaha memperbaiki truknya. Namun sejauh itu belum membuahkan hasil. Yang terjadi malah datang petaka.
   
Dari arah belakang, melesat sebuah truk lain. Entah apa yang dialami si sopir, tiba-tiba saja truknya menghantam keras truk Misran.
   
Akibatnya, dua penumpang truk penabrak itu ketiban musibah. Raji, warga Jalan A Yani Km 5,5 Gang Cahaya RT 14 RW 19 Banjarmasin Timur, tewas seketika akibat terjepit bagian belakang dan depan kedua truk itu.
Sedangkan satu penumpang lainnya, Nurhadi,  mengalami patah kaki. Sementara sopir truk bernopol DA 9017 CE itu,  M Zainudin (23), warga Jalan Sultan Adam Gang Ismail RT 23 RW 2 Banjarmasin Utara, hanya cedera ringan. Keduanya diselamatkan warga sekitar lalu dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin.
   
Beberapa warga setempat yang ditemui wartawan koran ini, tak satu pun yang sempat melihat detik-detik tabrakan maut tersebut.
   
"Pas hujan lebat, jadi kami sudah tiduran. Hanya terdengar seperti suara ledakan. Penasaran, kami keluar ternyata ada kecelakaan dua truk," ujar Andre dan Sarwani, warga setempat.
   
Secara terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Banjarbaru, Aiptu Supardi, membenarkan terjadinya tabrakan maut dua truk tersebut.

"Penumpang bernama Raji meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Pihak keluarganya sudah mengetahui. Sedangkan untuk kedua truk sudah kami amankan di polres," ujar Supardi.
   
Ditambahkan dia, sopir Zainudin mengaku tak melihat ada truk parkir di jalan di depannya. Saat dia membanting setir ke kanan, upaya itu sudah terlambat. Truknya menghantam bagian belakang truk Misran. Akibatnya, selain menelan korban, kedua truk juga ringsek.
   
Terkait itu, Aiptu Supardi mengimbau kepada para pengendara agar selalu berhati-hati. Terlebih saat ini sering hujan sehingga  jalan jadi licin.
   
"Kami juga mengimbau kepada pengendara agar parkir di pinggir jalan secara benar. Kalau mogok di tengah jalan, pasang  tanda atau hidupkan lampu penanda agar pengendara lainnya tahu," saran Supardi.

Kiat Berkendara saat Hujan

-Hati-hati terhadap jalan yang lama kering dan ramai. Selama kering, oli dan lemak menempel di jalan. Akan tercampur dengan air ketika hujan turun, dan jalanan akan menjadi licin.

-Anda sebaiknya melambatkan kendaraan ketika jalanan basah.

-Mengerem lebih cepat dan dengan kekuatan yang lebih kurang dari biasanya. Hal ini selain memanjangkan jarak berhenti  dengan mobil di depan, juga untuk memberitahu mobil di belakang bahwa anda melambat.

-Kebanyakan jalan agak memuncak ke tengah, yang berarti air akan otomatis mengalir ke pinggir jalan. Jadi sebaiknya tetap di tengah untuk menghindari genangan air yang dalam.

-Jangan gunakan cruise control. Fasilitas ini  menyebabkan pengemudi menjadi kurang sigap dan kaki Anda dijauhkan dari pedal. Itu bukan ide bagus ketika kecepatan reaksi sangat penting.

-Jika melihat genangan air yang luas di depan, sebaiknya Anda memutar atau mencari rute lain. Percikan air ke mesin  dapat mempengaruhi sistem elektronik internal.

-Selain itu, sebuah lubang besar bisa saja ada di dalam genangan tersebut, yang dapat merusak ban atau suspensi. Jika Anda tidak dapat memperkirakan kedalamannya, atau genangan tersebut sudah menutupi trotoar, hindari saja.

-Jangan mencoba untuk menyeberangi arus banjir. Anda dapat bermasalah bila berat mobil Anda lebih kecil dari daya arus air yang mengalir.

-Hidupkan lampu depan, walaupun masih ada cahaya sedikit. Itu membantu melihat jalan, dan lebih penting lagi, membantu pengendara lain melihat Anda.

-Jangan menghidupkan lampu jauh ke arah hujan deras atau kabut. Itu akan lebih mengacaukan pandangan Anda, karena cahaya lampu akan dipantulkan kembali ke Anda oleh curahan hujan.

-Jika mobil Anda dilengkapi lampu kabut, ini akan sangat membantu, karena akan menambah cahaya ke jalan dan mobil Anda akan terlihat.

-Perhatikan para pejalan kaki. Pengamatan para pejalan kaki tidak seperti hari cerah. Mereka menjadi kurang mendengar bunyi mobil karena suara hujan akan mengacaukan indera mereka.

-Jika hujan terlalu deras dan Anda tidak bisa melihat mobil di depan, sebaiknya Anda berhenti dan menunggu reda.

-Ikuti mobil di depan. Biarkan dia membuat jalur bagi Anda melalui genangan air.

-Jaga jarak dengan truk dan bus. Ban mereka yang besar dapat menyebabkan percikan air yang dapat menutupi pandangan Anda.

(tribunnews)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved