Muhlisin Ingin Tebus Kegagalan

pemain berusia 25 tahun ini gagal bersaing dengan Irwan Pratama dan kawan-kawan alias tak masuk tim PON Kalsel.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemain futsal asal Tabalong, Muhlisin, sempat merasakan ketatnya persaingan seleksi pembentukan tim kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) Futsal Kalsel empat tahun lalu.

Hanya saja, pemain berusia 25 tahun ini gagal bersaing dengan Irwan Pratama dan kawan-kawan alias tak masuk tim PON Kalsel. Kegagalan masuk skuat Banua di PON lalu, bagi Muhlisin merupakan pelajaran yang sangat berharga.

"Saya mengevaluasi kegagalan saya waktu itu masuk tim inti Pra PON Kalsel karena lemahnya fisik. Di seleksi kali ini, saya mempersiapkan diri lebih baik lagi, mulai fisik, skill, teknik dan lain-lainnya," kata Muhlisin yang ditemui usai mengikuti seleksi tim futsal Pra-PON Kalsel di GOR Upik Futsal, Senin (13/1).

Ditambahkan dia, di seleksi kali ini, saingan paling berat akan datang dari mantan pemain PON XVIII yang secara mental dan fisik telah teruji kemampuannya.

"Saya hanya berusaha bermain semaksimal saja. Kalau terpilih syukur dan bila gagal lagi tak mengapa. Yang penting dengan mengikuti seleksi ini saya bisa menimba ilmu dan menambah pengalaman saja," kata pemain andalan Porprov Tabalong ini.

Terpisah, salah seorang tim seleksi futsal Kalsel, Edy Susanto mengatakan, di antara pemain non eks PON Kalsel yang cukup menonjol di antaranya Muhlisin, Hasan (Tabalong) dan Muhaimin.

"Selama mengikuti seleksi, mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, baik skill dan teknik. Fisiknya juga cukup bagus, mampu tampil konsisten dengan menggunakan tiga lapangan saat games," tandasnya.

Khusus untuk Muhlisin, menurut Edy, kontrol bola, fisik dan teknik cukup bagus. Tinggal pemahaman cara bermain kapan bertahan dan menyerang yang perlu ditingkatkan lagi kemampuannya.

Sebenarnya pemain dari luar daerah yang mengikuti seleksi secara fisik dan skill juga cukup bagus, hanya saja mereka masih 'malu-malu' dan belum pede (percaya diri) mengeluarkan seluruh kemampuannya.

Menurut pelatih yang sukses membawa tim futsal Kalsel meraih medali perunggu di PON XVIII lalu, dirinya sedikit bingung memilih kiper, karena semuanya memiliki kemampuan cukup bagus.

"Kiper daerah hanya kalah jam terbang bertanding dengan Wahyuni 'ayah' saja. Soal kemampuan dan keterampilan, semuanya merata," tandasnya.

Ditambahkan Edy, berdasarkan latihan games selama dua hari, pemain eks PON seperti kiper Wahyuni, Yendri, Irwan, Amrullah, Chandra, Fahruraji, Dwi Ari dan Fahmi masih lebih baik dari pemain daerah lain.

"Pengalaman tanding yang banyak membuat mereka saat mengikuti seleksi tampil lebih pede dan bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya," tandasnya.

Sementara itu, dalam latihan Senin (13/1) pagi, pemain yang tidak hadir ada tiga orang yakni Dedy Rahmat (kiper), Dani dan Amrullah. "Dedy dan Dani izin mengikuti kuliah, sedangkan Amrullah tidak bisa meninggalkan pekerjaan," kata Edy.

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved