Batibati Terancam Sanksi

Dia sudah membeli tanah, rumah, perhiasan, perabotan elektronik, hingga kendaraan roda dua dan roda empat.

Batibati Terancam Sanksi
lensaindonesia.com
Ilustrasi korupsi PNPM 

PELAIHARI, BPOST - Selama Rabiatul Fitriah menjabat sebagai bendahara UPK (Unit Pengelola Kegiatan) PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Batibati, ternyata sudah banyak harta dan benda yang dibelinya.

Tercatat, dia sudah membeli tanah, rumah, perhiasan, perabotan elektronik, hingga kendaraan roda dua dan roda empat. Selain itu juga untuk jalan-jalan ke Jawa.

Berdasarkan data dari tim penyidik Polres Tala, semenjak 2011-2013 dana yang diduga berasal dari dana PNPM Mandiri yang pernah dipergunakan untuk keperluan pribadi tersangka ada sebesar Rp 174.000.000.

Sejak kasusnya mencuat beberapa bulan lalu, warga Jalan Nusa Indah RT 2/1 Kecamatan Batibati itu tidak tampak lagi di lingkungan tempat tinggalnya.

Kades Nusa Indah, Suparman, membenarkan Rabiatul kini tidak tampak lagi di rumahnya. “Rumahnya selalu terkunci rapat. Bahkan nomor ponsel yang biasanya aktif dan sering dipergunakannya, tidak bisa lagi dihubungi. Tidak pernah lagi terlihat,” kata Suparman.

Disinggung dengan sikap warganya itu, diakui Suparman mengakui kalau orangnya supel dan mudah bergaul. “Orangnya cerdas dan intelek. Sebelum terjadi permasalah, dirinya selalu yang di depan saat penyampaikan kegiatan terkait PNPM Mandiri,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Tala, Akp Arief Prasetya, mengatakan dalam waktu dekat semua aset milik tersangka bakal disita. Termasuk menahan tersangka.

“Untuk barang aset dalam sepekan ini sudah dilakukan penyitaan. Sementara untuk penahanan kemungkinan awal Februari 2014 ini,” kata Arief, Senin, (20/1).

Dari 16 kelompok yang sudah dinyatakan fiktif, tim penyidik tipikor Polres Tala kembali menemukan dua kelompok SPP yang ditengarai juga fiktif.

“Kita masih melakukan pendalaman kasus ini. Sedikitnya ada 30 saksi yang kita mintai keterangan. Memang saat ini baru ada satu tersangka yang kita tetapkan. Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya,” tambahnya.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved