Tanpa BPJS Anak-anak Penderita HIV/Aids Ditolak Rumah Sakit

Keduanya batal mendapatkan perawatan ke rumah sakit karena tidak mempunyai kartu sehat dari BPJS.

Tanpa BPJS Anak-anak Penderita HIV/Aids Ditolak Rumah Sakit
TRIBUNNEWS /DANY PERMANA
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Dua dari tiga bersaudara penderita HIV/AIDS, LTP (12) dan NSR (4) warga RW 09 RT 05 Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, terpaksa dirawat di rumah. Keduanya batal mendapatkan perawatan ke rumah sakit karena tidak mempunyai kartu sehat dari BPJS.

Sementara saudara mereka, NS (6) yang sakitnya telah parah sudah dirawat di rumah sakit.  Kondisi NS saat itu sudah memprihatinkan. Terlebih, ketika dokter memvonisnya mengidap HIV/AIDS kategori parah. Kabar itu mulai beredar di lingkungan RT 05. Tontowi pun bersama ibu-ibu PKK memutuskan untuk membawa NS ke rumah sakit.

"Awalnya kami meminta rujukan dari Puskesmas Tambora. Kami sudah berniat merawat NS di Rumah Sakit Tarakan, tapi ditolak dengan alasan ruang perawatannya penuh. Kemudian kami menuju ke RSUD Cengkareng dan mendapatkan ruangan di sana," terang Tontowi, Ketua RW setempat, Senin (10/2/2014).

Setelah berhasil membawa NS ke RSUD Cengkareng, Tontowi dan warga berniat membawa dua saudaranya, LTP dan SNR, untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang sama. Tetapi, dengan alasan belum mempunyai kartu BPJS, pihak rumah sakit menolak kedua anak itu.

"Mereka bilang mesti ada kartu BPJS. Kami kasihan sama anak-anak itu. Pada Jumat lalu kami membuatkan BPJS untuk dua anak itu, sampai sekarang belum tahu," katanya.

Editor: Halmien
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved