Pria India Bakar Diri dalam Acara Debat Politik di Televisi
Sebuah acara debat televisi di India berakhir dengan sebuah insiden mengerikan ketika seorang penonton membakar diri
BANJARMASINPOST.CO.ID, NEWDELHI - Sebuah acara debat televisi di India berakhir dengan sebuah insiden mengerikan ketika seorang penonton membakar diri lalu memeluk seorang politisi lokal yang hadir dalam acara itu. Demikian keterangan kepolisian, Selasa (29/4/2014).
Acara debat pemilu India itu digelar di sebuah stasiun televisi milik pemerintah Doordarshan. Acara debat tersebut direkam pada Senin (28/4/2014) di sebuah taman di Sultanpur, sebuah kota yang terletak 160 kilomneter dari kota Lucknow.
Penonton itu, diidentifikasi polisi bernama Durgesh Kumar Singh, tiba-tiba muncul di antara 150 orang penonton, kemudian dia menyiram dirinya dengan bensin, membakar dirinya sebelum memeluk pemimpin partai Bahujan Samaj, Kamruzzama Fauji.
Akibat insiden itu kedua orang tersebut kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Singh menderita luka bakar hingga 95 persen sementara Fauji terluka di 75 persen tubuhnya.
"Orang ini tiba-tiba melompat ke atas panggung, menyiram dirinya dengan bensin dan membakar dirinya sebelum memeluk politisi yang menjadi narasumber," kata seorang fotografer, Pankaj Kumar Gupta.
"Orang lain di lokasi terlalu terkejut untuk langsung bertindak," kata Gupta yang sempat mengambil foto kedua orang itu dilalap api.
Dua politisi lain yang hadir dalam acara tersebut, Ram Kumar Singh dan Chowdary Hriday Ram Verma, mengalami luka bakar ringan saat mencoba menyelamatkan kedua orang itu.
Polisi kini masih menyelidiki motif dari insiden bakar diri tersebut.
Stasiun televisi di India kerap menayangkan acara debat politik di masa-masa pemilihan umum seperti saat ini. Acara debat itu biasa digelar di desa-desa atau tempat publik sehingga para politisi bisa menjawab pertanyaan langsung dari warga.
Pemilihan umum India, pesta demokrasi terbesar di dunia, berlangsung hingga 12 Mei mendatang dengan hasil perhitungan diharapkan sudah diketahui pada 16 Mei.
Partai oposisi Hindu nasionalis Bharatija Janata (BJP) diharapkan memenangkan pemilu dan berkuasa setelah 10 tahun India dikendalikan Partai Kongres yang berhaluan kiri.