Ruhut Banyak Bicara Tapi Bersih dari Korupsi

Pemilih di Sulawesi Utara, Selasa (24/6/2014) menjadi target tokoh-tokoh ternama yang tergabung dalam Tim Pemenangan

Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani

BANJARMASINPOST.CO.ID, MANADO - Pemilih di Sulawesi Utara, Selasa (24/6/2014) menjadi target tokoh-tokoh ternama yang tergabung dalam Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tim Pemenangan Jokowi-JK yang dikomandoi Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, ramai-ramai turun ke Sulut.

Di antara tim tersebut ada Alwi Shihab, Suady Marassabesy dan darah baru di kubu ini yang merupakan Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.

Luhut pun mengaku kaget melihat antusiasme warga Sulut terhadap pasangan Jokowi-JK. Jika sebelumnya kurang yakin, maka kini dia meyakini Jokowi-JK bisa meraup 80 persen suara di Sulut.

"Tadinya saya berpikir 20-80, sekarang terbalik, kita yang 80 persen," kata Luhut dalam kunjungannya ke markas Tribun Manado di Jalan AA Maramis Kairagi, malam tadi.

Dia juga menjelaskan peta kekuatan di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten yang terus membaik. "Sekarang menanjak, saya dan Pak Alwi sudah keliling dan semakin yakin," katanya.

Dan kemarin, Luhut mengajak Ruhut ke Gereja GMIM Immanuel Tanawangko untuk mengikuti diskusi tentang pluralisme yang digelar oleh Gereja Protestan Indonesia.

Hadir dalam diskusi itu, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Sulut, SH Sarundajang dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey.


Keberadaan Ruhut menurut Luhut bakal mampu memberikan warna berbeda. Sebab, Ruhut hingga hari ini merupakan kader yang bersih dari korupsi.

"Sampai hari ini, Ruhut tidak terlibat korupsi. Bersihlah. Lebih baik ngomong belepotan tapi bersih, dari pada kesannya baik tapi ternyata korupsi," kata Luhut disambut tawa.

Luhut pun mengingatkan agar Ruhut tidak ngomong macam-macam. Kalaupun ada pembicaraan sebelumnya, Ruhut tidak boleh membocorkan sampai setelah 9 Juli nanti.

"Saya sudah bilang, sudahlah nggak usah ngomong yang aneh-aneh, nanti saja," kata Luhut yang disambut senyum oleh Ruhut.

Di kesempatan itu, Luhut menyinggung banyaknya isu, termasuk isu tidak netralnya para pejabat dan TNI serta Polri.

Dia sudah mengingatkan kepada siapa saja, khususnya TNI dan Polri untuk netral, juga para pejabat untuk bekerja dengan melaksanakan tugas masing-masing.

"Kalau sampai mereka tidak netral, maka lihat saja," katanya berapi-api.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved