News Analysis

Segera Pulihkan Rasa Takut

Perampokan menggambarkan adanya disintergrasi sosial yang parah dari pelakunya.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani

SYAIFUDIN
Kriminolog Unlam

Perampokan menggambarkan adanya disintergrasi sosial yang parah dari pelakunya. Karakter perampokan adalah terang-terangan berhadapan dengan korban sekaligus tanpa ada rasa segan untuk melukai bahkan membunuh korbannyat. Ini merupakan perilaku menyimpang yang parah dalam sistem pengendalian sosial masyarakat

Sementara dari sisi pribadi perampok, telah terjadi hilangnya nilai-nilai kemanusiaan sehingga menggunakan berbagai cara, termasuk mengorbankan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Ada motif perampokan. Pertama, ekonomi yakni perampokan yang semata-mata hanya untut pemenuhan ekonomi  secara singkat dan praktis. Pelaku mengakui tindakannya adalah perbuatan jahat. Kedua, untuk membiayai perjuangan radikal yang dianggap benar. Di sini pelaku melakukan tugas ‘suci’.


Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Minggu (29/6/2014) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved