Bioskop Porno Itu Ikut Ditutup Juga

Pembangunan proyek stasiun Shimbashi tampaknya direnovasi agar bisa lebih tahan kuat gempa bumi karena sudah kuno sekali

Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO - Setelah 57 tahun beroperasi di daerah Minato Tokyo, bioskop porno Shimbashi Bunka Theater ini akhirnya harus ditutup 31 Agustus 2014 karena perbaikan dan pembongkaran stasiun Shimbashi yang sudah kuno. Tetapi saat ini dibutuhkan pembaharuan guna menyongsong Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Demikian pengumuman di bioskop tersebut yang dibaca Tribunnews.com saat melewati gedung bioskop itu, Kamis (17/7/2014) siang.

Menurut petugas di sana, belum diketahui kapan bioskop itu akan dibuka lagi.

"Pembangunan proyek stasiun Shimbashi tampaknya direnovasi agar bisa lebih tahan kuat gempa bumi karena sudah kuno sekali, khususnya bagi gedung yang ada di bawah rel kereta api JR termasuk Shinkansen kereta api cepat Jepang juga melewati stasiun tersebut," katanya.

Shimbashi Bunka Theater, dengan layar klasik karena sudah lama, sampai saat ini masih terbuka bagi umum dengan biaya 1.300 yen per orang dari jam 10 pagi hingga jam 08.30 malam.

"Masih ada beberapa penonton lumayan tetapi ya jauh berkurang dibandingkan masa lalu," kata petugas itu.

Banyaknya penonton untuk menghabiskan waktu sehariannya dan menonton film porno, sehingga umumnya yang masuk hanya lelaki saja. Film porno yang disajikan juga menyajikan penuh tetapi bagian genital memang ada sensor mozaik sehingga tak terlihat jelas.

Pada bulan Oktober 2012, Asakusa Sekaikan, yang ada di daerah Taito dekat Stasiun Ueno, juga bioskop film porno, ditutup.

Beberapa bioskop film porno lain masih ada jua di Ueno, Shinjuku dan Ikebukuro. Terbuka untuk umum. Kalangan senior usia 50 tahun ke atas biasanya 1.000 yen per orang.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved