Keluarga SDA Terindikasi Nepotisme
Latar belakang KPK turut memanggil anggota keluarga dan kolega SDA sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji
BANJARMASINPOST.CO.ID,JAKARTA - Latar belakang KPK turut memanggil anggota keluarga dan kolega SDA sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji, karena kental dengan nuansa nepotisme. Apalagi mereka tercatat ikut dalam rombongan haji periode 2012-2013.
"TAP MPR kan ada yang sebutkan sumber korupsi kan nepotisme, kroni lalu praktik. Mengenai sektor penyelenggaran ibadah haji, itu kental sekali muatan nepotsme-nya, nepotisme biologis, dan kroni, orang-orang yang se-parpol," kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqodas.
Penyidik KPK, sambung Busyro, adanya nuansa nepotisme, korupsi dugaan penyelenggaraan ibadah haji menjadi sistemik dan struktural. "Aspek sistemik struktural ini kami ingin dalami, itu standar baku di KPK," kata Busyro.
Pihak yang masih memiliki ikatan keluarga dan dipanggil tersebut antara lain istri dan menantu Suryadharma Ali yaitu Wardatul Asriah dan Rendhika Deniardy Harsono. Tidak sampai disitu, kolega lain, teman dekat, ajudan, staf hingga kolega Suryadharma Ali di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga tak luput dari pemanggilan KPK.
Diduga pemanggilan itu berkaitan dengan upaya KPK mendalami dugaan penyelewengan kuota jemaah haji. Pasalnya mereka yang dipanggil turut serta dalam rombongan ibadah haji tahun 2012 bersama Suryadharma Ali.