Polisi Dinilai Lalai Mencegah Peredaran Video WNI ISIS

Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari prihatin adanya video perekrutan kelompok Negara Islam Irak

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari prihatin adanya video perekrutan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam video tersebut, ada warga negara Indonesia (WNI) yang mengajak umat Islam di Indonesia bergabung dengan kelompok garis keras itu. "Penegakan hukum dan pencegahan tidak jalan," kata Eva kepada Tribunnews.com, Kamis (31/7/2014).

Menurut Eva, yang terjadi di Indonesia, penegakan hukum dilakukan aparat setelah peristiwa terjadi. "Ini tidak dicegah di hulu. Padahal ada pasal-pasalnya, menyebar kebencian. Perekrutan hal yang berbahaya," kata Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Eva menilai polisi tidak memiliki keberanian melakukan terobosoan hukum untuk pencegahan ISIS di Indonesia. "Polisi sudah tahu ISIS ada di Indonesia, monitoring saja, engga melakukan pencegahan jadi tambah besar dan meledak," kata Eva.

Ia juga melihat informasi yang disampaikan intelejen tidak bisa ditindaklanjuti bagian reskrim kepolisian. Bila terjadi peristiwa dan terdapat barang bukti, kata Eva, baru polisi bertindak. "Ini problem, kepolisian tidak punya SOP, penindakan untuk pencegahan," ujarnya.

"Penegak hukum membiarkan Indonesia menjadi surga apa perekrutan garis keras, penyebaran paham monokultur, penegakan hukum lemah, polisi jadi olok-olok di dunia internasional," tambahnya.

Eva melihat adanya video tersebut karena tidak adanya dukungan politik. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tidak bertindak dengan menutup situs-situs garis keras.

Sebelumnya diberitakan adanya video berdurasi delapan menit yang diunggah di dunia maya oleh ISIS dengan judul "Bergabung dalam Barisan". Mereka menyerukan menyerukan kewajiban bagi umat Islam untuk bergabung dan menyatakan setia kepada ISIS.

Video itu memperlihatkan seorang pria Indonesia bernama Abu Muhammad al-Indonesi tengah memberikan pesan. "Keluarkan semua upaya Anda baik dengan menggunakan kekuatan fisik dan keuangan Anda untuk bermigrasi ke Negara Islam," kata Abu Muhammad dalam video itu.

"Ini merupakan kewajiban diperintahkan oleh Allah," tambahnya. Video ini datang setelah dua pria Australia muncul di video perekrutan lainnya yang dirilis oleh ISIS pada bulan lalu.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved