Satpol PP Hanya Data KTP Pekerja Seks Komersil
biaya mengembalikan para PSK yang diduga berasal dari lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur itu masih dikonsultasikan dengan Sekretaris Daerah
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Satpol PP Tanahbumbu hanya mendata identitas kependudukan pekerja seks komersil (PSK) yang tiba di Pelabuhan Samudera Batulicin.
Padahal, Bupati Tanahbumbu Mardani H Maming berkeinginan agar PSK yang tiba di pelabuhan Samudera, Rabu (20/8/2014) itu dikembalikan ke daerah asalnya.
"Saya sudah tegaskan dengan pak sekda agar diupayakan mengembalikan para PSK yang tiba di Tanahbumbu," ujar Mardani.
Kasi Trantib Satpol PP Tanahbumbu, Muhammad Sadikin mengaku biaya mengembalikan para PSK yang diduga berasal dari lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur itu masih dikonsultasikan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahbumbu.
"Kami sempat mengamankan enam perempuan yang diduga PSK. Namun, mucikarinya datang sehingga kami serahkan lagi. Dua PSK memiliki KTP Tanahbumbu. Lainnya memang sengaja didatangkan dari Jember, Jawa Timur," ujarnya.
Sabam, warga Tanahbumbu mengaku aneh jika lokalisasi Kapis ditutup pemerintah kabupaten Tanahbumbu. Sebab, menurutnya lokalisasi Kapis itu tidak pernah dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu.
"Biasanya kalau ada penutupan. Tentu ada yang membukanya. Setahu saya pemerintah tidak pernah membuka. Kok mau menutup. Makanya Kapis itu tetap ramai hingga kini," katanya.