Ketua DPD PAN Ingin Pemilu Langsung
Polemik RUU Pilkada yang masih digodok di pusat, juga memunculkan polemik di daerah
Penulis: Restudia | Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani
BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Polemik RUU Pilkada yang masih digodok di pusat, juga memunculkan polemik di daerah. Kader yang tergabung dalam koaliasi merah putih, banyak yang ikut bersuara memperjuangkan Pilkada langsung.
Ketua DPD PAN Kota Banjarbaru, Soegeng Soesanto dengan tegas menolak UU Pilkada dilaksanakan di DPRD. Pilkada Langsung, menurutnya masih opsi terbaik yang bisa diimplementasikan.
Tak dipungkiri, ada praktik money politik. Tapi bukan berarti harus merubah sistem Pilkada kembali ke DPRD. Parpol harus berani Jujur membenahi dirinya. Usung calon-calon kepala daerah yang mempunyai kapabilitas dan integritas yang baik.
Ia mempertanyakan apakah parpol bisa mengusung orang baik yang layak, berkompeten, tetapi tidak berduit, sehingga kandidat yang diusung tidak melakukan money politic.
Money politic, menurutnya itu hanya akibat. Akar masalahnya justru di parpol itu sendiri. Mantan Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Kalsel periode 2009-2014 ini mengatakan tak akan lahir pemi mpin seperti Tri Rismaharini di Surabaya atau Ridwan Kamil di Bandung.
Jika Pilkada kembali dilaksanakan di DPRD. Pilkada langsung masih memberikan harapan, munculnya anak-anak bangsa yang terpilih seleksi alamiah oleh sejarah, menjadi pemimpin yang baik, meski secara ekonomi tidak kuat.
Seharusnya, dicarikan solusi adalah mengurangi mudharatnya sistem Pilkada langsung, bukan mengubahnya menjadi Pilkada tidak langsung. Berikan pendidikan politik yang masiv kepada masyarakat.
Ia menjelaskan dengan pendapat yang berbeda, ia tidak keluar dari PAN. Karena ia sangat mencintai PAN, kecuali diberhentikan partai. "Saya meyakini PAN yang lahir dari rahim reformasi, menghargai dan menghormati adanya perbedaan pendapat," jelasnya.