Travelling Ke Zona Perang Bakal Jadi Tren?

Jika biasanya tempat-tempat eksotis, pusat perbelanjaan mewah, dan gedung modern dengan

Travelling Ke Zona Perang Bakal Jadi Tren?
intisari online
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jika biasanya tempat-tempat eksotis, pusat perbelanjaan mewah, dan gedung modern dengan fasilitas urban yang memadai jadi sasaran empuk travelling, sebuah aplikasi Skyscanner justru memprediksi kemungkinan ber-travelling ke zona perang bakal jadi tren. Forbidden Zone atau zona terlarang, yang merupakan area konflik dan peperangan ini ternyata bakal menjadi destinasi wisata favorit pada 10 tahun mendatang.

Dalam laporannya yang bertajuk Masa Depan Travel 2024, Skyscanner, aplikasi pencarian tiket, memprediksikan kawasan yang termasuk golongan zona terlarang seperti Afghanistan dan Iran akan menjadi destinasi baru yang menarik bagi wisatawan. Dikatakan, destinasi terpencil seperti Bhutan bahkan telah mengalami peningkatan, dengan indikator pencarian di Skyscanner yang naik 40 persen dari tahun ke tahun.

Pada 2024, diperkirakan Bhutan akan menjadi tempat yang paling diminati. Laporan Skyscanner sendiri merupakan hasil dari penelitian mendalam dan serangkaian wawancara dengan tim yang terdiri dari 56 futurolog dan pakar tren terkemuka.

Untuk mendapatkan laporan lengkapnya, kita juga bisa membaca dan mengunduhnya di laman www.skyscanner2024.com. Bukan hanya meprediksi tentang kemungkinan travelling ke zona perang bakal jadi tren, laporan ini juga memuat bagian pertama dan kedua yang membahas bagaimana teknologi-teknologi yang bermunculan akan mengubah perilaku seseorang dalam memesan tiket untuk bepergian,serta dampaknya pada pengalaman penerbangan dan bandara. 

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved