Komisi X Incaran "Selebriti" DPR
Pelantikan anggota DPR periode 2014-2019 telah dilakukan pada Rabu (1/10/2014).
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelantikan anggota DPR periode 2014-2019 telah dilakukan pada Rabu (1/10/2014). Dari 560 anggota DPR, banyak di antaranya tidak memiliki latar belakang politik, bahkan berasal dari dunia seni dan hiburan.
Salah satunya adalah Anang Hermansyah, politisi PAN yang terpilih dari dapil Jawa Timur IV. Anang mengaku memiliki kemampuan untuk duduk di Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, kesenian dan budaya, pemuda, olahraga, serta pariwisata.
Menurut Anang, keraguan masyarakat pada anggota DPR sah saja. Tapi, ia mengartikan kritik publik sebagai elemen penting dalam mengontrol kinerja wakil rakyat di parlemen.
"Aku ingin di Komisi X. Itu target pribadiku," kata Anang, seusai acara pelantikan, di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan Jakarta.
Sama halnya dengan Anang, Krisna Mukti juga berharap dapat ditugaskan partainya di Komisi X DPR. Krisna juga telah dilantik sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Alasannya ia memiliki pengalaman di bidang seni dan hiburan. Meski demikian, Krisna mengaku siap jika partainya memberi tugas di komisi lain.
"Saya inginnya di Komisi X. Tapi saya siap kalau ditugaskan di luar zona nyaman saya. Kami ini kan biasa di dunia hiburan, jadi bisa lebih luwes dari politisi yang berasal dari dunia politik," ujar Krisna.
Keinginan Anang dan Krisna sama dengan anggota DPR yang berlatar belakang pegiat seni dan hiburan di periode sebelumnya. Beberapa nama pernah duduk di Komisi X, seperti Dedi Gumelar alias Miing, Jamal Mirdad, dan Venna Melinda. Venna duduk di Komisi X selama beberapa tahun. Tapi saat memasuki tahun terakhir di DPR ia pindah ke Komisi III setelah Fraksi Demokrat melakukan rotasi pada sejumlah anggotanya.
Kepindahan ke Komisi III membuat Venna merasa lebih nyaman. Kini, ia kembali menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dan berharap dapat ditugaskan di komisi yang membidangi hukum dan hak asasi manusia tersebut.
"Maunya sih di Komisi III, tapi semua keputusan akan ditentukan partai," ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, bertugas di komisi manapun tak perlu dijadikan soal. Hal terpenting adalah bagaimana bekerja dengan penuh integritas dan memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya konstituen yang telah melenggangkan langkah ke Senayan.