Koalisi Merah Putih Masih Pikir-pikir Dukung Kenaikan BBM
Koalisi Merah Putih (KMP) masih menimbang-nimbang apakah akan menyetujui kebijakan menaikan harga BBM
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasioanal (PAN) Dradjad Wibowo mengaku partai beserta koalisinya di DPR yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) masih menimbang-nimbang apakah akan menyetujui kebijakan menaikan harga BBM yang akan dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang.
Pasalnya kenaikan harga BBM akan memperlebar disparitas sosial di masyarakat. Kompensasi kepada masyarakat kecil, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) menurut Drajad belum mampu menangulangi pembengkakan kesenjangan sosial.
"Faktanya BLT itu gagal untuk mencegah pembengkakan kesenjangan," ujar Dradjad di Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (11/10/2014).
Sebagai bukti Drajad mencontohkan kebijakan menaikan harga BBM yang dilakukan pemerintahan Susilo Banbang Yudhoyono.
Menurut Drajad selama 10 tahun pemerintahan SBY kompensasi tidak berhasil menanggulangi efek dari kenaikan harga BBM.
"Faktanya 10 tahun pemerintahan SBY harga BBM beberapa kali dinaikan, sudah ada BLT dan PNPM, itu semua tidak sanggup mencegah kesenjangan," ujar Drajad.
Dradjad mengatakan pihaknya sudah mempunyai analisis sendiri mengenai dampak kenaikan harga BBM, serta solusi apabila BBM terpaksa dilakukan.
" (Kompensasi) gagal karena mungkin jumlahnya kurang besar. Waktunya tidak betul, dan programnya tidak betul . Kita punya analisisnya ini terbukti program program tersebut tidak dapat mencegah kesenjangan. Mesti ada kompensansi tapi diperbaiki," Dradjad memastikan.